Senin Sore, Rupiah dan Dolar Kompak Memerah

Rupiah dan dolar melemahRupiah dan dolar melemah - mediaindonesia.com

JAKARTA – Rupiah gagal mempertahankan posisi di area hijau pada Senin (29/4) sore, ketika fokus investor sepenuhnya tertuju rapat kebijakan Federal Reserve yang akan berlangsung pada tengah pekan. Menurut paparan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.208 per .

Sementara itu, Bank siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.188 per AS, level yang sama seperti perdagangan sebelumnya. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang perkasa melawan , meski dalam kisaran terbatas, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,26% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar , sejumlah mata uang utama dunia, termasuk dolar AS, relatif tidak banyak bergerak pada hari Senin, ketika Jepang memulai liburan selama seminggu, menjelang rapat dan pengumuman pekerjaan AS. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,045 poin atau 0,05% ke level 97,961 pada pukul 15.47 WIB.

Diberitakan Reuters, semua fokus investor kini tertuju pada rapat The Fed untuk melihat tindak lanjut dari laporan produk domestik bruto ( AS) kuartal pertama, yang menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 3,2% secara tahunan. Inflasi inti, sementara itu, mengalami perlambatan tajam, menyebabkan spekulator benar-benar mempersempit peluang penurunan suku bunga tahun ini. Personal consumption expenditures (PCE) akan dirilis hari ini waktu setempat dan diperkirakan melambat.

“Satu-satunya masalah makro terbesar saat ini menyangkut kebijakan The Fed dan apakah inflasi cukup lunak untuk membenarkan penurunan suku bunga,” kata analis di JPMorgan. “Presiden The Fed Chicago, Charles Evans, menyiratkan PCE inti berkelanjutan pada 1,5% akan membenarkan pemotongan, dan investor akan mendengarkan Gubernur The Fed, Jerome Powell, pada hari Rabu (1/5) untuk setiap petunjuk tentang tema ini.”

Di sisi lain, Bank of Japan pekan lalu berjanji untuk menjaga ‘kebijakan super mudah’ mereka, setidaknya satu tahun lagi. Yen Jepang menguat sepanjang pekan lalu, terutama karena spekulan memilih untuk memotong posisi pendek menjelang libur panjang di Negeri Sakura pada minggu ini. Beberapa khawatir kurangnya likuiditas dapat menyebabkan pemulihan flash crash ketika yen membuat keuntungan besar dalam hitungan menit.

Loading...