Senin Sore, Ketegangan Geopolitik Bikin Rupiah Drop

Rupiah melemah perdagangan Senin (22/7) soreRupiah melemah perdagangan Senin (22/7) sore - merahputih.com

JAKARTA – harus puas berada di teritori merah hingga Senin (22/7) sore setelah aset safe haven kembali dilirik lantaran kekhawatiran mengenai ketegangan di Timur Tengah. Menurut paparan Index pada pukul 15.29 WIB, Garuda melemah tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.943 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.963 per , terdepresiasi 50 poin atau 0,36% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.913 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga takluk melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,29% menghampiri rupee India.

Dari pasar global, indeks dolar AS memang cenderung bergerak lebih tinggi pada hari Senin, karena menahan ekspektasi mereka untuk pemotongan yang dalam bulan ini dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah mendukung aset safe haven. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,053 poin atau 0,05% ke level 97,204 pada pukul 13.06 WIB.

“Ada banyak ketidakpastian yang merayap masuk ke pasar,” tutur direktur di XChainge, pemodal perdagangan Sydney, Nick Twidale. “Saya pikir, kita telah melihat sedikit arus safe haven kembali ke dolar, dan itu bisa naik lebih lanjut jika memangkas suku bunga hanya 25 basis poin, seperti yang diharapkan.”

Pasar umumnya mengharapkan bank sentral untuk memotong suku bunga atau menjaga pengaturan akomodatif, dimulai dengan European Central Bank (ECB), yang bertemu pada hari Kamis (25/7) mendatang, diikuti oleh Bank of Japan dan kemudian The Fed pada minggu depan. Ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin melonjak pekan lalu, setelah pidato dovish Presiden Fed New York, sebelum akhirnya berkurang.

Di sisi lain, kekhawatiran geopolitik didominasi oleh konfrontasi di jalur perdagangan minyak di Timur Tengah, dengan rekaman yang menunjukkan militer Iran menentang kapal perang Inggris ketika menyita sebuah kapal tanker di Selat Hormuz pada hari Jumat (19/7) kemarin. Rekaman audio yang dirilis pada Minggu (21/7) itu mencatat bagaimana perwira Iran mencoba memperingatkan kapal tanker Stena Impero untuk mengubah jalur.

Loading...