Sengketa Laut China Selatan, Pentingnya Persatuan ASEAN dan Klarifikasi Peran AS

Laut China Selatan - www.theverge.com

SINGAPURA – Para yang berkumpul di sebuah forum untuk membahas masalah seputar di Singapura kemarin mengungkapkan kekhawatiran mereka akan meningkatnya tekanan dari China. Meski menyetujui pentingnya pengaruh AS di ini, namun beberapa juga menyebutkan persatuan di dalam masih menjadi kunci untuk menangkis agresi dari China.

Dalam forum Geo- Asia Pasifik yang digelar , Center for Strategic International Studies, dan Lee Kuan Yew School of Public Policy tanggal 24-25 Oktober kemarin, Julio Amador III, wakil direktur jenderal Institut Asing di Filipina, menyoroti pentingnya AS untuk anggota ASEAN yang merupakan pengklaim teritorial dalam masalah Laut Cina Selatan. Menurutnya, Paman Sam masih menjamin Asia Tenggara, dan tanpa jaminan tersebut, masing-masing akan dipaksa membuat pilihan dan mungkin tidak akan menyukainya.

Sementara, meski mengakui peran AS di Laut China Selatan, Zack Cooper, senior di Center for Strategic International Studies, mencatat bahwa pemerintah AS perlu mengklarifikasi strategi mereka mengenai masalah ini. Ia juga menambahkan bahwa tantangan nyata ini adalah bagaimana ASEAN menggunakan kemampuan AS untuk bekerja sama dalam pencegahan serangan dari China.

“AS dan Jepang bukan ‘orang luar’ dalam masalah Laut China Selatan karena mereka memainkan peran penting dalam melindungi nilai universal penggunaan laut secara bebas,” timpal Yoji Koda, seorang pensiunan Angkatan Pertahanan Maritim Jepang. “China mencoba meletakkan AS dan Jepang di luar, tetapi penggunaan laut secara ‘gratis’ adalah nilai universal, dan jika ada negara yang mencoba melemahkan nilai ini, kita harus melakukan sesuatu.”

Meski demikian, tidak hanya bergantung pada AS, ASEAN juga memegang peranan penting. Jika kelompok negara Asia Tenggara ini tetap bersatu dan berbicara dengan satu suara, China akan ‘berpikir dua kali’ untuk melakukan gerakan. “Tetapi, ini tidak lantas kita menghentikan hubungan dengan China, karena ada banyak hal positif yang sudah diperoleh,” sambung Tang Siew Mun, ketua Pusat Studi ASEAN di ISEAS-Yusof Ishak Institute.

Sementara, di tempat lain, angkatan laut negara-negara ASEAN dan China dikabarkan berencana menggelar gabungan perdana pada tahun depan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membangun kembali kepercayaan kedua belah pihak yang selama ini dibayangi sengketa wilayah Laut China Selatan. Rencana tersebut dibahas Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, ketika bertemu Menteri Pertahanan China, Wanquan, di sela konferensi keamanan regional tingkat menteri ASEAN dan negara mitra.

“Sejumlah mitra ASEAN, seperti AS, Rusia, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru mendukung upaya ‘komunikasi langsung’ antara China dengan negara ASEAN melalui latihan bersama ini,” kata Ng. “Jika kita mengadakan latihan gabungan, setidaknya kedua belah pihak bisa membangun rasa saling mengerti dan percaya.”

Loading...