Sempat Terseok, Rupiah Tutup Perdagangan Akhir Pekan dengan Menguat 10 Poin

Setelah mengalami pelemahan sepanjang hari, akhirnya mampu menutup akhir pekan (29/4) ini di zona hijau. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda di posisi Rp13.180 per AS, menguat tipis 10 poin atau 0,07% dibanding sebelumnya di level Rp13.190 per dolar AS.

Sebenarnya, rupiah mengawali perdagangan akhir pekan dengan dibuka menguat 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.175 per dolar AS. Sayangnya, mata uang Garuda bergerak ke zona merah pada pukul 10.33 WIB dengan terdepresiasi 20 poin atau 0,15% ke Rp13.210 per dolar AS. Bahkan jelang penutupan, mata uang Garuda masih melemah tipis 3 poin atau 0,02% ke Rp13.193 per dolar AS.

Diharapkan mendapat sokongan dari jilid XII yang baru dirilis Kamis (28/4) kemarin, laju rupiah sepanjang perdagangan akhir pekan ini malah lebih banyak dipengaruhi sentimen global. “Pergerakan rupiah terpengaruh sentimen global. wait and see mengamati global, sehingga bank sentral di sejumlah negara tidak terlalu berani mengambil risiko untuk menambah atau mengurangi stimulus,” papar Ekonom Panin Sekuritas, Wildan Noor.

Seperti diketahui, rupiah melemah di saat Fed rate dan BoJ rate dipertahankan. Kondisi ini menyebabkan indeks dolar AS melemah serta menguatnya nilai tukar yen terhadap dolar AS. Bank of Japan sendiri mengejutkan pasar dengan mempertahankan tingkat suku bunga negatif 0,1% dan menolak memberikan lebih banyak stimulus.

Sementara menurut pemberitaan Yahoo Finance pukul 16.21 WIB, rupiah juga terpantau menguat 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.185. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp13.195.

Loading...