Sempat Anjlok di Bawah $ 12.000, Hari ini Harga Bitcoin Pulih ke Level $ 14.000

Bitcoin - qz.comBitcoin - qz.com

telah turun lebih dari sepertiga dari level tertinggi sepanjang masa di level USD 20.000 pada awal pekan ini. Meski demikian, para analis berpendapat bahwa hal ini bukan disebabkan karena spekulasi tentang ‘cryptocurrency bubble’. Sementara itu, Sabtu (23/12), 5,49% ke USD 14.617,75  atau sekitar Rp 198 jutaan setelah dibuka di level USD 13.857,15. Sepanjang hari ini, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran USD 13.655,92 hingga USD 14.727,99 dengan pangsa senilai USD 245 miliar.

Berdasarkan CoinDesk Bitcoin Price Index, harga Bitcoin sempat turun di bawah USD 12.000 pada hari Jumat (22/12) kemarin yang merupakan level terendah sejak awal bulan Desember 2017 ini. Kenaikan yang luar biasa pada mata uang virtual ini telah membuat banyak kalangan industri meremehkan penurunan skala yang sedang berlangsung. Akan tetapi beberapa tokoh senior berusaha meredakan kekhawatiran pasar dengan mengatakan bahwa hal ini adalah hal yang wajar dalam Bitcoin.

“Kami telah melihat harga turun seperti ini sebelumnya, dan saat Anda melihat kembali pada bitcoin sekarang, Anda akan melihat bahwa hal itu bukan bagian dari ‘gelembung’, hanya sebuah koreksi minor,” kata Michael Jackson, seorang ahli bitcoin dan mantan COO Skype, seperti dilansir Newsweek.

Jackson juga beranggapan bahwa bitcoin masih belum mencapai potensi penuhnya dan menurutnya ini masih awal dari segalanya. “Ini tentu saja merupakan penyesuaian harga yang berarti dan banyak spekulator akan memperoleh keuntungan dari kenaikan baru-baru ini, namun saat ini sebagian besar sebelumnya masih terus bertahan,” ujar Jackson.

“Batas atas Bitcoin masih jauh lebih banyak dari sekarang. Jika mencapai bahkan satu persen dari nilai persediaan mata uang utama lainnya, seperti AS, nilainya bisa 100 kali dari nilainya saat ini,” imbuh Jackson.

Penurunan harga bitcoin telah dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk pembajakan yang terjadi baru-baru ini pada bursa pertukaran bitcoin dan munculnya mata uang digital saingan seperti Ethereum dan Bitcoin Cash. Meski demikian, menurut Jackson meski mata uang virtual lainnya juga di kalangan investor, keberadaan mereka tidak menimbulkan ancaman yang serius untuk bitcoin.

Loading...