Semenanjung Korea Kembali ‘Hot’, Rupiah Drop di Akhir Dagang

www.bloomberg.com

Kondisi Semenanjung Korea yang kembali memanas membuat mata uang kompak terhadap AS, tidak terkecuali rupiah, meski greenback sendiri terkena imbasnya. Menurut Index pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda harus mengakhiri Rabu (9/8) ini dengan pelemahan sebesar 20 poin atau 0,15% ke level Rp13.333 per dolar AS.

Langkah lesu rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan dibuka turun 15 poin atau 0,11% di posisi Rp13.328 per dolar AS. Siang hari pukul 11.38 WIB, mata uang Garuda lagi-lagi 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.331 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.45 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah kembali melemah 18 poin.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya bergerak merah pada perdagangan hari ini seiring dengan laju yen Jepang yang positif di tengah kecemasan atas meningkatnya tensi di Semenanjung Korea. Setelah dibuka turun 0,096 poin atau 0,10% di posisi 93,551, mata uang Paman Sam kembali merosot tipis 0,002 poin ke level 93,645 pada pukul 11.17 WIB.

Pyongyang baru-baru ini menyatakan berencana untuk menyerang Guam. Seorang juru bicara angkatan tentara Korea Utara (Korean People’s Army) dalam sebuah pernyataan mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan dengan saksama rencana serangan rudal ke wilayah Pasifik AS yang memiliki pangkalan militer Amerika.

Sehari sebelumnya, Korea Utara, yang bereaksi terhadap sanksi terbaru PBB terhadap program senjata nuklirnya, dikabarkan mengancam negara adidaya tersebut. “AS akan membayar mahal untuk semua kejahatan keji yang dilakukan terhadap negara dan warga di negara ini (Korea Utara),” tandas pihak pemerintah Korea Utara, seperti diberitakan Korean Central News Agency.

Sebelumnya, pasar memang cenderung cepat beralih dari isu seputar Korea Utara, tetapi ketegangan masih terus berlanjut pada tahun ini di tengah tanda-tanda bahwa negara Kim Jong-un tersebut membuat kemajuan dalam program rudal balistik. “Aksi jual yang disebabkan ketegangan di Korea Utara kemungkinan berlangsung pendek,” kata Kepala Divisi Penelitian Investasi di Akatsuki Securities Inc., Tomoaki Fuji.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.324 per dolar AS, melemah 5 poin atau 0,04% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.319 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan yang melorot 0,97% dan peso Filipina yang anjlok 0,25%.

Loading...