Selasa Sore, Rupiah Rebound Jelang Rapat The Fed

Rupiah - www.moneysmart.idRupiah - www.moneysmart.id

JAKARTA – mampu berbalik naik menuju teritori hijau pada Selasa (18/6) sore di tengah pelemahan yang dialami AS menjelang rapat kebijakan Federal Reserve yang berlangsung tengah pekan ini. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir menguat 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.326 per AS.

Sementara itu, Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.334 per dolar AS, menguat 12 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.346 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang bergerak mixed versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,2% dialami yen Jepang dan pelemahan terdalam sebesar 0,12% menghampiri ringgit Malaysia.

Dari , indeks dolar AS bergerak lebih rendah pada hari Selasa, tertekan penurunan indeks bisnis The Fed New York, ketika fokus pasar tertuju pada rapat kebijakan Federal Reserve yang akan berlangsung mulai hari ini hingga Rabu (19/6) waktu setempat. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,138 poin atau 0,14% ke level 97,420 pada pukul 13.00 WIB.

Dilansir Reuters, pada Senin (17/6) waktu setempat, Federal Reserve New York melaporkan bahwa pertumbuhan bisnis di negara bagian tersebut membukukan penurunan ke level terendah dalam lebih dari 2,5 tahun. Penurunan itu menunjukkan kontraksi tiba-tiba dalam aktivitas regional, namun tidak mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada tengah pekan ini.

Pertemuan kebijakan dua hari The Fed menjadi fokus utama setelah pasar memberi lebih dari dua pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun. Hal itu menandai kontras yang tajam dengan perkiraan resmi The Fed pada bulan Maret lalu, yang menunjukkan para pembuat kebijakan menganggap langkah selanjutnya adalah kenaikan.

“Kami berpikir bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni dan sehubungan dengan kata-kata kebijakan, kami bisa melihat nada yang sedikit kurang akomodatif daripada apa yang diharapkan pasar,” kata analis INTL FCStone Edward Meir dalam sebuah catatan. “Dalam hal ini, dolar AS bisa menguat sedikit lebih jauh dan mungkin menekan emas lebih rendah.”

Loading...