Selasa Sore, Rupiah Berbalik Drop Saat Dolar Labil

Rupiah - www.cnbcindonesia.comRupiah - www.cnbcindonesia.com

JAKARTA – gagal mempertahankan posisi di teritori hijau pada perdagangan Selasa (16/7) sore ketika pergerakan greenback masih labil karena tertekan proyeksi penurunan suku bunga The Fed. Menurut Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda berbalik melemah 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.935 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.925 per dolar AS, menguat 45 poin atau 0,32% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.970 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia mampu mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,32% dialami won Korea Selatan.

Dari , pergerakan indeks dolar AS terpantau labil pada hari Selasa, setelah Gubernur , Jerome Powell, mengisyaratkan akan ada pemotongan suku bunga pada akhir bulan ini karena ketidakpastian yang masih dihadapi ekonomi terbesar di dunia. Mata uang Paman Sam hanya menguat tipis 0,010 poin atau 0,01% ke level 96,943 pada pukul 13.17 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS sempat naik ke level tertinggi enam minggu terhadap yen pada pekan lalu, tetapi berbalik turun setelah Powell mengisyaratkan penurunan suku bunga akhir bulan ini dengan menyoroti ketidakpastian yang dihadapi ekonomi terbesar dunia. Mata uang greenback semakin tertekan setelah Ketua Fed Chicago, Charles Evans, mengatakan bahwa beberapa penurunan suku bunga diperlukan untuk mendorong inflasi.

“Kurs dolar AS terhadap yen telah memperkuat korelasinya dengan imbal hasil AS sejak pertengahan Mei, daripada bergerak seiring dengan saham,” tutur kepala ekonom pasar di Mizuho Bank, Daisuke Karakama. “Harapan sebelumnya bahwa saham yang lebih tinggi akan melemahkan yen ternyata sudah pupus.”

Yen, yang dianggap sebagai tempat berlindung yang aman, telah sering terdepresiasi ketika selera terhadap aset berisiko yang lebih kuat mendorong harga saham. Tetapi, korelasinya perlahan melemah dalam menghadapi penurunan imbal hasil Treasury, yang telah melorot ke posisi terendah tiga tahun pada bulan ini di tengah tingginya proyeksi pelonggaran moneter oleh The Fed.

Loading...