Selasa Pagi, Rupiah Terpantau Melemah Tipis

mata uang rupiah - www.cnbcindonesia.commata uang rupiah - www.cnbcindonesia.com

JAKARTA – belum mampu keluar dari zona merah pada Selasa (19/1) pagi ketika terpantau bergerak turun. Menurut data Index pukul 09.04 WIB, Garuda melemah tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp14.074 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 50 poin atau 0,36% di posisi Rp14.070 per AS pada Senin (18/1) kemarin.

“Pergerakan rupiah hari ini (kemarin) dipengaruhi konsolidasi di pasar keuangan, terutama saham. Hal ini terlihat dari aksi jual yang dilakukan investor asing,” papar ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, dikutip dari Bisnis. “Aksi jual investor dilakukan karena mata uang dolar AS sedang diburu menjelang pelantikan Joe Biden.  Sementara itu, belum ada sentimen berarti dari dalam negeri.”

Yusuf melanjutkan, untuk perdagangan hari ini, rupiah sepertinya masih akan dipengaruhi proses konsolidasi pasar saham sebelum pelantikan Joe Biden. Di sisi lain, dari dalam negeri, pembentukan peraturan pemerintah terkait sovereign wealth fund (SWF) Indonesia mungkin bisa menjadi penggerak positif untuk mata uang Garuda.

Hampir senada, ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, seperti dilansir dari Kontan, juga menuturkan bahwa kondisi pasar saat ini menunjukkan akan dolar AS yang relatif tinggi. Hal tersebut seiring dengan defisit fiskal di AS yang sangat tinggi sehingga membuat greenback menjadi terbatas. Praktis, indeks dolar AS pun cenderung bergerak menguat.

“Ditambah lagi, dengan pemulihan ekonomi, kebutuhan impor Indonesia terus mengalami peningkatan. Dengan komoditas seperti minyak dunia yang mengalami kenaikan, biaya impor Indonesia pun lebih mahal sehingga dolar AS yang keluar Indonesia pun meningkat,” ujar Ahmad. “Untuk hari ini, rupiah akan diperdagangkan di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.250 per dolar AS.”

Sementara itu, menurut ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Puteri, dari dalam negeri, sentimen yang masih akan menjadi pemberat bagi langkah rupiah adalah tingginya kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir. Pada akhirnya, kondisi ini membuat investor mulai khawatir. Pelaku pasar juga masih akan cenderung wait and see dan mengamati Rapat Dewan Gubernur pada Rabu (20/1) esok.

Loading...