Selasa Pagi, Rupiah Lanjutkan Tren Positif Menguat 0,34%

Rupiah - viva.co.idRupiah - viva.co.id

JAKARTA – mampu melanjutkan tren positif pada Selasa (16/6) pagi. Menurut paparan Index pada pukul 09.06 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat 48 poin atau 0,34% ke level Rp14.067 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir naik 18 poin atau 0,13% di posisi Rp14.115 per AS pada Senin (15/6) kemarin.

“Rupiah akan kembali melanjutkan tren (penguatan) tersebut pada perdagangan hari ini,” ulas Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, seperti dikutip dari Bisnis. “Rupiah kemungkinan akan bergerak fluktuatif, namun berpotensi ditutup menguat. Spot diprediksi bergerak di kisaran Rp14.095 hingga Rp14.150 per dolar AS.”

Sementara itu, laporan PT Monex Investindo Futures menuturkan bahwa ada beberapa sentimen yang akan memengaruhi pergerakan valuta asing pada hari ini, berasal dari kebijakan dan ekonomi dari sejumlah negara. Pertama, The Fed menjanjikan pemberian stimulus baru dengan membeli surat utang swasta. Kemudian, hasil rapat kebijakan Bank Sentral serta kebijakan moneter Bank of Japan.

Hasil analisis CNBC Indonesia juga menyebutkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tampaknya akan bergerak menguat. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Menurut data Refinitiv, mata uang Garuda terpantau berada di level Rp14.230,23 per dolar AS pada pukul 07.05 WIB, naik dari posisi sebelumnya di Rp14.272 per dolar AS.

Sebaliknya, ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, justru memperkirakan pergerakan rupiah akan berbalik melemah pada hari ini. Apalagi, penguatan yang terjadi hari ini kemarin dinilai hanya karena faktor teknikal, setelah sebelumnya rupiah sudah menguat di kisaran Rp13.800 per dolar AS. “Kecenderungannya secara teknikal sudah melemah, dan dalam beberapa hari ini masih ada yang ditunggu pasar, sehingga ekspektasi pasar pun diturunkan,” katanya dilansir Kontan.

Salah satunya, pasar tengah menunggu hasil rapat (BI) terkait penentuan acuan yang diprediksi bakal turun kali ini. Hal tersebut berkaca dari kondisi rupiah yang cenderung stabil dan inflasi rendah di Mei 2020. Ditambah lagi, data perdagangan baru menunjukkan bahwa aktivitas impor Indonesia turun dalam.

Loading...