Selasa Pagi, Pelemahan Rupiah Kian Tajam

Rupiah - eljohnnews.comRupiah - eljohnnews.com

JAKARTA – Rupiah masih terbenam di teritori merah ketika membuka perdagangan Selasa (6/8) pagi. Menurut paparan Index, mata uang Garuda mengawali dengan melemah 75 poin atau 0,53% ke level Rp14.330 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir terdepresiasi 70 poin atau 0,49% di posisi Rp14.255 per AS pada Senin (5/8) kemarin.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS sebenarnya juga terpantau merah pada pagi ini. Mata uang Paman Sam melorot cukup signifikan 0,165 poin atau 0,17% ke level 97,357 pada pukul 08.17 WIB. Sebelumnya, greenback sudah terdampar di zona merah dengan melemah 0,56 poin atau 0,552% di posisi 97,552 pada Senin waktu setempat.

“Pelemahan rupiah tersebut diperkirakan karena ketidakpuasan pasar terhadap domestik,” papar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dikutip Bisnis. “Walaupun sudah sesuai dengan ekspektasi, pertumbuhan pada tiga bulan kedua 2019 melambat jika dibandingkan capaian pada kuartal pertama 2019 yang sebesar 5,07%.”

Dari eksternal, tekanan rupiah datang dari perang dagang Amerika Serikat- dan Brexit. Ibrahim menuturkan, Presiden AS, Donald Trump, telah mengumumkan bahwa negaranya akan mengenakan tarif masuk baru senilai 10% bagi impor asal China senilai 300 miliar dolar AS, yang hingga kini belum terdampak perang dagang. Beijing juga berjanji untuk melawan kembali keputusan tiba-tiba Presiden Trump tersebut.

Nyaris senada, ekonom BCA, David Sumual, mengatakan bahwa koreksi rupiah terjadi setelah keputusan China melemahkan mata uang mereka sendiri, yuan. Kemarin, yuan merosot ke level terendah sejak Maret 2008, yang lantas menyeret pergerakan mata uang lainnya, termasuk rupiah. “Setelah perang dagang, mungkin nanti jadi perang mata uang,” kata David.

Di sisi lain, analis Monex Investindo Futures, Faiysal, menambahkan bahwa laporan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tak sanggup menahan rupiah. Sebab, pertumbuhan ekonomi di level 5,05% sudah sesuai target. Dia pun memperkirakan, rupiah masih melemah dan bergerak dalam rentang Rp14.200 hingga Rp14.340 per dolar AS.

Loading...