Selasa Pagi, Rupiah Masih Merah Dibuka Turun 6 Poin

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

masih belum bisa keluar dari area merah ketika membuka perdagangan Selasa (4/2) pagi. Menurut laporan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi dengan melemah 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.748 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir terdepresiasi 87 poin atau 0,64% di posisi Rp13.742 per AS pada Senin (3/2) kemarin.

“Rupiah berpotensi masih melanjutkan tren pelemahannya dalam jangka pendek seiring dengan masih tersebarnya sentimen negatif,” papar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir . “Kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona yang terus meningkat tidak bisa dibendung sehingga akan menghambat pertumbuhan ekonomi .”

Sementara, dari dalam negeri, rilis inflasi yang terjaga juga belum dapat mendukung rupiah. Badan Pusat Statistik (BPS) memang baru saja mengumumkan Indeks Konsumen (IHK) periode Januari 2020 yang mengalami inflasi sebesar 0,39% secara month-to-month. Sementara itu, laju inflasi IHK tahunan (year-on-year) mencapai angka 2,68%.

“Intervensi sebenarnya telah membantu menjaga rupiah sehingga sebagian besar stabil dalam beberapa pekan terakhir, tetapi likuiditas dolar AS di pasar spot cukup ketat sehingga pelemahan masih terjadi,” sambung Ibrahim. “BI dengan berani membeli obligasi di pasar sekunder dan menawarkan DNDF (forward non-deliverable domestik) melalui 8 broker dan intervensi juga dilakukan dengan cara yang terukur di pasar valas spot.”

Hampir senada, Analis Valbury Futures, Lukman Leong, seperti dilansir Kontan, mengatakan bahwa sentimen virus corona bahkan membuat Bank Sentral China memangkas suku bunga untuk memberikan stimulus ke pasar keuangan. Pelaku pasar khawatir langkah tersebut diikuti akan diikuti oleh Bank Indonesia sehingga rupiah tertekan.

Sedikit berbeda, analisis CNBC Indonesia bilang bahwa rupiah pada perdagangan hari ini bisa berbalik menguat. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Sejak awal pekan lalu hingga kemarin, rupiah sudah melemah cukup dalam yaitu 1,29%. Ini membuat rupiah menjadi menarik karena sudah ‘murah’. Aksi borong akan mengantar mata uang domestik keluar dari jalur merah.

Loading...