Sebarkan Hoax, Jaringan FB Page dan Web Palsu Dikelola Satu Admin

Jaringan FB Page dan Web Palsu - bdtodays.com

palsu atau hoax, yang seringkali meresahkan, kini memang semakin marak beredar di . Nah, sebuah terbaru menyebutkan bahwa berita-berita hoax ini kerap muncul dalam FB Page palsu dan juga palsu. Yang menarik, banyak dari FB Page dan ini yang dikelola oleh satu orang atau satu admin.

“Ketika browsing dan scrolling FB Page-nya Aa Gym yang palsu, tiba-tiba muncul postingan baru di timeline-nya. Postingan tersebut ternyata berupa share dari sebuah postingan dari FB Page-nya Ustaz Yusuf Mansyur,” tulis Ismail Fahmi, co-founder Awesometrics, dalam akun -nya. “Melihat timestamp postingan, ternyata itu hanya berselang beberapa detik sejak postingan awal di FB Ustaz YM hingga postingan share di FB Aa Gym. Dan, tidak pakai lama, ternyata sudah di-share 50 kali.”

Ismail melanjutkan bahwa setelah iseng-iseng mencoba membuat jaringan SNA-nya secara manual, ia menemukan bahwa sebuah postingan di-viral-kan ke FB Page yang lain. Hasilnya, ada sebuah jaringan FB Page yang dikelola oleh satu admin. “Jangan dikira follower-nya sedikit. Minimal puluhan ribu, dan setiap postingan mendapat ratusan hingga ribuan like, share, bahkan komentar,” sambungnya.

“Dari sumber yang di-share, kebanyakan berasal dari beberapa situs saja. Dan, ketika saya mengikuti salah satu yang di-share, semuanya berasal dari situs dengan penulis yang sama,” lanjut pendiri Media Kernels Indonesia itu. “Ternyata, salah satu situs, dalam sebulan bisa mendapatkan 260 ribu visit, padahal usianya baru tiga bulan. Sebagian besar, referal ke website tersebut adalah dari follower FB Page palsu yang tertipu karena tertarik dengan isu berita.”

Ismail melanjutkan bahwa pengelola FB dan web hoax itu tidak peduli dampak yang bakal muncul. Mereka melakukannya semata-mata hanya untuk bisnis. “Padahal, dampak kasus hoax yang dituduhkan ke Aa Gym dan Yusuf Mansyur misalnya, bisa sangat besar. Buzzer dan warganet yang tidak suka mereka akan langsung memanfaatkan hoax ini untuk menyerang kedua tokoh dan di sekitarnya,” imbuhnya.

Untuk mengatasi masalah FB Page dan website hoax ini, Ismail menilai bahwa langkah klarifikasi berita yang selama ini dilakukan dirasa kurang efektif. Menurutnya, warga yang anti-hoax sebaiknya juga fokus dalam melakukan cyber patrol, memetakan FB Page palsu, mengevaluasi konten-nya. Ini bisa fokus di FB Page palsu yang follower-nya puluhan hingga ratusan ribu.

“Membuat FB Page dan menggambarkan jaringannya itu bisa dilakukan tanpa perlu big data. Manual saja, mudah sekali dan cepat,” terangnya. “Lalu, daftar dan peta FB Page palsu ini diumumkan ke masyarakat, agar mereka menjadi aware, juga dilaporkan ke Facebook untuk meminta mereka menutup FB Page palsu tersebut.”

Loading...