RUU Pajak AS Kembali ‘Tersandung’, Rupiah Menguat di Senin Pagi

Rancangan program yang kembali terhambat mampu dimanfaatkan untuk melaju di awal pekan (20/11) ini. Seperti diutarakan Index, Garuda membuka dengan menguat 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.517 per AS. Sebelumnya, spot ditutup naik tipis 8 poin atau 0,06% di posisi Rp13.531 per AS pada akhir dagang Jumat (17/11) kemarin.

Menurut laporan Reuters, dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia karena obligasi pemerintah AS tergelincir. Aksi jual obligasi disebabkan rancangan program reformasi pajak yang menemui hambatan di tingkat senator. Pada tutup dagang akhir pekan lalu, mata uang Paman Sam terpantau turun 0,27 poin atau 0,29% di posisi 93,662.

Kamis (16/11) kemarin, anggota kongres sebenarnya menyetujui paket pemotongan pajak yang dicanangkan oleh Presiden . Namun, perdebatan terjadi di senat, terutama dari Partai Republik yang notabene mengusung Trump dalam Pemilu Presiden AS tahun 2016 lalu. Pelemahan dolar AS pun tidak bisa dihindari, yang juga berpotensi mengerek laju euro.

“Namun, sulit untuk melihat euro bergerak lebih tinggi,” ujar fixed income portfolio JPMorgan Asset Management, Seamus Mac Gorain. “Pasalnya, pernyataan Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, semakin menjauhi sentimen hawkish, dan ECB kemungkinan akan memperpanjang program pembelian obligasi untuk meningkatkan biaya pinjaman.”

Dari dalam negeri, belum ada agenda ekonomi penting yang bisa menjadi penggerak rupiah. Rupiah diperkirakan bergerak mendatar, dengan kecenderungan menguat, setelah data inflasi AS dirilis dan tidak ada hasil yang mengagetkan. Jika neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang diumumkan pekan ini membaik, maka nilai tukar rupiah bisa menguat.

“Cuma, persetujuan atas rencana reformasi pajak AS bisa menekan pergerakan rupiah, selain data perumahan di Paman Sam, yang dirilis pekan ini, yang juga diprediksi melebihi ekspektasi,” kata Ekonom Bank Permata, Josua Pardede. “Pada hari ini, mata uang dalam negeri akan bergerak di rentang Rp13.500 sampai Rp13.550 per dolar AS.”

Loading...