Rutin Adakan Pemutihan, Ini Besaran Biaya Mutasi dan Balik Nama Mobil di Jawa Timur

Balik Nama Mobil - www.tribunnews.comBalik Nama Mobil - www.tribunnews.com

Memiliki kendaraan bermotor sendiri, baik sepeda motor atau tentunya menjadi impian setiap orang. Akan tetapi setiap kendaraan yang berpindah tangan diwajibkan untuk melalui balik nama. Apalagi jika kendaraan tersebut dipindahkan ke luar , maka juga dibutuhkan pengurusan mutasi. Lalu berapa besaran biaya mutasi dan balik nama mobil di .

Berdasarkan Peraturan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2016 tentang dan atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, besaran PNBP untuk penerbitan surat mutasi kendaraan bermotor roda 4 (mobil) ke luar daerah adalah Rp 250 ribu per penerbitan.

Sementara itu untuk bea balik nama (BBN) dikelompokkan menjadi beberapa klasifikasi, BBN I untuk diberlakukan atas penyerahan pertama atau penyerahan kendaraan dari pihak dealer pada . Klasifikasi ini biasanya berlaku untuk yang membeli mobil baru langsung dari dealer. Besaran BBN 1 untuk kendaraan bermotor orang pribadi adalah 10%. Sedangkan BBN II berlaku untuk penyerahan kendaraan kedua dan selanjutnya, atau dalam artian untuk mobil bekas. Besarannya BBN 2 untuk kendaraan bermotor orang pribadi adalah 1%.

Besaran BBN tersebut nantinya dikalikan dengan harga jual mobil yang dibeli oleh konsumen, sehingga didapatkan berapa nominal biaya balik nama yang harus dibayarkan. Di beberapa daerah seperti Jawa Timur biasanya juga rutin mengadakan pemutihan atau pengurusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) secara gratis setiap tahunnya.

Bahkan kabarnya realisasi penerimaan sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Jawa Timur tahun 2016 mencapai Rp 9,01 triliun. Kedua sektor tersebut menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jatim terbesar tahun 2016 sebesar Rp 12,84 triliun.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sukardi mengungkapkan, realisasi penerimaan sektor PKB Jatim mencapai Rp 5,30 triliun atau 106,2% lebih besar dari target Rp 5 triliun. Sedangkan realisasi sektor BBNKB Jatim sebesar Rp 3,71 triliun atau 112,44% melebihi target awal Rp 3,3 triliun.

“Luar biasa, pencapaian itu tidak terlepas dari adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jatim, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jatim, dan PT Raharja (Persero) Cabang Jatim dalam Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Timur,” ungkap Sukardi, seperti dilansir Republika.

Loading...