Selasa Sore, Rupiah Turun Tipis Jelang Rapat Federal Reserve

Rupiah dan Dolar - sindonews.comRupiah dan Dolar - sindonews.com

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang sempit, rupiah ternyata harus tersungkur ke zona merah pada Selasa (29/10) sore ketika fokus utama tertuju pada pertemuan Federal Reserve. Menurut Index pada pukul 15.31 WIB, Garuda melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.035 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank menetapkan tengah berada di posisi Rp14.028 per dolar AS, terdepresiasi 5 poin atau 0,04% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.023 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang mampu mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,39% menghampiri won Korea Selatan.

Dari global, seiring pergerakan kurs di Asia, dolar AS bertahan pada kenaikan moderat pada hari Selasa, di tengah harapan meredanya ketegangan perdagangan AS-China, ketika investor menunggu arahan dari pertemuan Federal Reserve minggu ini. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,032 poin atau 0,03% ke level 97,796 pada pukul 14.16 WIB.

Seperti dilansir dari Reuters, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa perjanjian perdagangan tampak lebih cepat dari jadwal, tanpa merinci waktunya, sementara AS juga mengatakan sedang mempelajari apakah akan memperpanjang suspensi tarif yang akan berakhir pada bulan Desember. Ini mengikuti komentar akhir pekan kemarin dari kedua pejabat AS dan China yang menuturkan bahwa mereka ‘hampir menyelesaikan’ kesepakatan, yang otomatis mengangkat mata uang yang terdampak.

“Sejauh ini kabar yang berasal dari AS dan China menunjukkan kemungkinan kemajuan yang signifikan,” kata ahli strategi senior FX National Australia Bank, Rodrigo Catril. “Namun, permintaan China untuk penarikan kembali tarif AS tetap tidak terselesaikan, sehingga pembicaraan dapat dengan mudah gagal lagi jika kompromi tidak dapat dicapai.”

Di luar berita utama perang perdagangan, fokus utama investor minggu ini adalah pertemuan The Fed. Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut ketika menyimpulkan pertemuan dua hari pada hari Rabu (30/10) waktu setempat. Investor mengamati indikasi bahwa ada kemungkinan pemangkasan lebih lanjut di tahun 2020.

Loading...