Selasa Pagi, Rupiah Masih Terbenam di Zona Merah

Rupiah - www.bloomberg.comRupiah - www.bloomberg.com

JAKARTA – belum mampu beranjak dari teritori merah pada Selasa (17/9) pagi. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda mengawali dengan melemah 28 poin atau 0,20% ke level Rp14.070 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir terdepresiasi 75 poin atau 0,54% di posisi Rp14.042 per AS pada Senin (16/9) kemarin.

Sementara itu, dari , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih tinggi pada pagi hari. Mata uang Paman Sam menguat 0,042 poin atau 0,04% ke level 98,652 pada pukul 08.15 WIB, setelah dibuka naik 0,040 poin atau 0,04% di posisi 98,650. Sebelumnya, sudah berakhir positif di level 98,610 atau melonjak 0,353 poin.

Menurut catatan CNBC Indonesia, kemarin rupiah harus mengakhiri perdagangan di zona merah, sekaligus yang paling lemah di Benua . Untuk hari ini, sepertinya derita rupiah belum akan berakhir. Tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF) yang sering memengaruhi pergerakan kurs di pasar spot.

“Faktor utama yang membuat rupiah tertekan adalah penguatan minyak. komoditas ini naik setelah serangan ke kilang minyak Saudi Aramco akhir pekan lalu,” ujar analis Monex Investindo, Ahmad Yudiawan, dilansir Kontan. “Hal tersebut membuat kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Akhirnya pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan kurs rupiah juga ikut tertekan.”

Ditambahkan ekonom Permata, Josua Pardede, tekanan terhadap rupiah semakin dalam karena impor minyak Indonesia tergolong besar. Masalah ini menyebabkan mata uang negara importir minyak mengalami pelemahan. Ia pun memprediksi kurs mata uang domestik masih akan melanjutkan pelemahan pada transaksi hari ini.

Meski demikian, mengingat data ekonomi AS cenderung beragam, membuat pelaku pasar wait and see. Investor pun masih menantikan arah kebijakan moneter The Fed. Josua memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp14.000 hingga Rp14.100 per dolar AS, sedangkan Ahmad memprediksi kurs bergulir di rentang Rp13.930 hingga Rp14.140 per dolar AS.

Loading...