Data NFP AS Mengecewakan, Rupiah Perkasa di Senin Pagi

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (13/1) pagi - kompas.com

JAKARTA – terus melaju di area hijau pada Senin (13/1) pagi, ketika laporan nonfarm payrolls terbaru menunjukkan hasil yang mengecewakan. Menurut Index, mata uang Garuda terpantau menguat 55 poin atau 0,40% ke level Rp13.717 per pada pukul 08.18 WIB, setelah dibuka naik 28 poin atau 0,20% di posisi Rp13.744 per .

Pada Jumat (10/1) waktu setempat, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa nonfarm payrolls negara tersebut hanya meningkat 145.000 pada bulan Desember 2019, sedangkan tingkat pengangguran stabil di posisi 3,5%. Sebelumnya, ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memprediksi pertumbuhan pekerjaan bisa mencapai 160.000. Selain pertumbuhan yang lambat, pendapatan per jam rata-rata cuma naik 2,9%, di bawah proyeksi 3,1%.

“Setelah kenaikan 256.000 yang kuat pada November, didorong oleh kembalinya 40.000 pekerja GM, beberapa perlambatan dalam laju kenaikan pekerjaan di Desember tidak bisa dihindari,” tutur Michael Pearce, ekonom senior AS di Capital Economics, dilansir CNBC. “Pertumbuhan pekerjaan sebagai masih ‘solid’, meskipun itu meleset dari perkiraan, dan kami berharap kenaikan solid dalam daftar gaji akan berlanjut hingga 2020.”

Keuntungan pekerjaan pada bulan Desember terutama berasal dari ritel (41.000), liburan dan keramahtamahan (40.000), dan kesehatan (28.000). Konstruksi naik 20.000 dan layanan profesional dan bisnis mengalami peningkatan 10.000, namun manufaktur turun 12.000, transportasi dan pergudangan kehilangan 10.000, dan penambangan turun 8.000.

Angka-angka tersebut datang setelah satu tahun kecemasan tentang potensi resesi. Sementara kekhawatiran penurunan besar sebagian besar telah diberantas, survei terbaru di kalangan eksekutif perusahaan menunjukkan tingkat kecemasan yang tinggi tentang perlambatan pertumbuhan, salah satunya karena faktor perang dagang yang tak kunjung berakhir.

“Sentimen dari geopolitik antara AS dan yang berangsur kondusif membuat lebih tenang. Selama AS dan Iran tidak memberikan sentimen terbaru terkait perang, rupiah masih memiliki potensi menguat terhadap dolar AS,” ujar Analis Monex Investindo Futures, Ahmad Yudiawan, dilansir Kontan. “Mata uang Garuda akan bergerak di kisaran Rp13.680 hingga Rp13.890 per dolar AS.”

Loading...