Selasa Pagi, Rupiah Naik Tipis Jelang Putusan RDG BI

Rupiah - manado.tribunnews.comRupiah - manado.tribunnews.com

JAKARTA – mampu menguat tipis ketika membuka perdagangan Selasa (13/10) ketika pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur . Menurut paparan Index pukul 09.03 WIB, Garuda mengawali dengan naik 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.695 per AS. Sebelumnya, spot ditutup stagnan di posisi Rp14.700 per AS pada Senin (12/10) kemarin.

Direktur PT TRFX Berjangka, Ibrahim, seperti disalin Bisnis, menuturkan bahwa pergerakan rupiah kemarin sedikit banyak dipengaruhi respon negatif pelaku pasar terhadap negosiasi paket stimulus terbaru di AS yang gagal. Tawaran Presiden AS, Donald Trump, mengenai paket 1,8 triliun dolar AS membuat kesal Partai Republik, yang beranggapan bahwa itu berpotensi merugikan partai untuk mendapatkan dukungan menjelang pemilihan presiden 3 November mendatang.

Untuk transaksi hari ini, analisis CNBC Indonesia menuturkan bahwa pergerakan rupiah kemungkinan akan kembali terbatas, mengingat Bank Indonesia akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pukul 14.00 WIB nanti. Kali ini, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dan Bloomberg memperkirakan BI 7-Day Reverse Repo Rate bertahan di level 4%.

“BI memang masih memiliki ruang untuk menurunkan acuan, namun BI 7DRR Rate tetap diprediksi akan bertahan,” tutur Kepala Ekonom Bank Danamon, Wisnu Wardhana. “Pertimbangan BI untuk menahan dikarenakan likuiditas yang cukup berlebih di pasar. Likuiditas yang longgar pun telah menekan deposito di perbankan tanpa didahului oleh perubahan pada acuan.”

Peneliti Senior Institut Kajian Strategis (IKS), Eric Alexander Sugandi, juga memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan meski inflasi tercatat rendah. Ia menilai, penurunan suku bunga acuan lebih lanjut justru tidak akan efektif mendorong pertumbuhan kredit perbankan karena permintaan terhadap kredit yang masih lemah.

“Penurunan suku bunga acuan juga akan berisiko menekan rupiah ketika kondisi pasar finansial global masih menghadapi ketidakpastian akibat wabah COVID-19 dan di pasar finansial AS menjelang pemilihan presiden di bulan November 2020,” kata Eric. “IKS memperkirakan BI 7-Day Reverse Repo Rate akan tetap berada di angka 4% per akhir tahun 2020.”

Loading...