Terus Menguat, Rupiah Tinggalkan Level Rp14.000 di Awal Selasa

Rupiah - infonawacita.comRupiah - infonawacita.com

JAKARTA – masih mampu melanjutkan tren pada pembukaan perdagangan Selasa (10/12) pagi dan menembus level di bawah Rp14.000. Menurut Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.995 per dolar AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 28 poin atau 0,20% di posisi Rp14.010 per dolar AS.

Kepala Penelitian di ANZ Singapura, Khoon Goh, seperti dilansir , mengatakan bahwa rupiah berhasil menguat selama lima perdagangan berturut-turut didukung oleh fundamentalnya yang cukup baik. Daya tarik imbal hasil Indonesia dan stabilitas ekonomi menurutnya kemungkinan akan menjaga rupiah di kisaran level Rp14.000 hingga Rp14.150 per dolar AS dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menambahkan bahwa hingga akhir tahun 2019 ini, rupiah diprediksi bergerak stabil meski terdapat sentimen yang akan memengaruhi arah nilai tukar. Di antaranya, proyeksi kebijakan , perkembangan perang dagang, dan tren permintaan dolar AS pada tutup tahun.

“Selain itu, potensi pelemahan rupiah masih ada mengingat adanya ancaman tensi dagang yang sangat mungkin akan meningkat pada pertengahan hingga akhir bulan ini mengingat batas waktu kenaikan pada 15 Desember,” papar Josua. “Hingga akhir tahun ini, spot akan bergerak pada kisaran Rp14.000 hingga Rp14.125 per dolar AS.”

Josua menambahkan, pelaku juga memperhatikan FOMC meeting yang dijadwalkan berlangsung tengah pekan ini. Sejumlah ekonom memprediksi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan kali ini, mengingat data nonfarm payrolls AS terbaru ternyata tumbuh melebihi ekspektasi dan tingkat turun menjadi 3,5% pada November kemarin.

Sedikit berbeda, berdasarkan analisis CNBC Indonesia, rupiah tampaknya akan ‘mengambil napas dahulu’ pada transaksi kali ini. Tanda-tanda depresiasi rupiah juga sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Sebelum hari ini, rupiah sudah menguat selama tiga hari perdagangan beruntun. Selama periode tersebut, apresiasi rupiah tercatat mencapai 0,64%.

Loading...