Kamis Sore, Rupiah Hijau Saat Investor Cemaskan Tarif AS

Rupiah - market.bisnis.comRupiah - market.bisnis.com

JAKARTA – Setelah bergerak dalam rentang yang relatif sempit, akhirnya menutup perdagangan Kamis (12/12) di teritori hijau ketika kekhawatiran mengenai putaran baru AS terhadap China masih menyelimuti . Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, spot menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.033 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.042 per dolar AS, terdepresiasi 17 poin atau 0,12% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.025 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang kompak menguat terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,61% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS harus bergerak turun terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Kamis, setelah prospek inflasi menutup harapan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,068 atau 0,07% ke level 97,060 pada pukul 12.14 WIB, meski sempat dibuka di zona hijau.

Diberitakan Reuters, pergerakan saham Asia naik ke level tertinggi dalam sebulan setelah The Fed mengisyaratkan pengaturan suku bunga kemungkinan akan tetap akomodatif. Meski demikian, pemilu Inggris yang akan segera tiba dan batas waktu untuk pembicaraan perdagangan AS-China membuat investor tetap mengambil sikap hati-hati.

“Sikap akomodatif The Fed memang mendukung ekuitas, tetapi peluang hasil pemilu di Inggris untuk mengganggu pasar sangat nyata,” papar kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney, Michael McCarthy. “Pasar juga masih memiliki masalah terkait perdagangan AS-China. Kami kemungkinan akan melihat perdagangan yang tenang dan beberapa investor dapat mengunci keuntungan seiring berjalannya hari.”

Presiden AS, Donald Trump, diperkirakan akan bertemu dengan para penasihat top pada Kamis waktu setempat untuk membahas tarif terhadap barang konsumen asal China senilai 160 miliar dolar AS yang dijadwalkan mulai berlaku pada 15 Desember. Trump diprediksi bakal meneruskan tarif, kata sebuah sumber terpisah kepada Reuters, yang dapat menghentikan upaya untuk mengakhiri perselisihan perdagangan 17 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Loading...