Rabu Sore, Rupiah Menguat Jelang Putusan Federal Reserve

Rupiah Dolar - finroll.comRupiah Dolar - finroll.com

JAKARTA – Rupiah sanggup mempertahankan posisi di teritori hijau pada perdagangan Rabu (18/9) sore ketika fokus utama investor tertuju pada pertemuan yang diprediksi akan menurunkan suku bunga acuan. Menurut catatan Index pada pukul 15.55 WIB, mata uang Garuda menguat 33 poin atau 0,24% ke level Rp14.067 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.080 per dolar AS, menguat 20 poin atau 0,14% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.100 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang bergerak terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,45% dialami rupee India dan pelemahan terdalam sebesar 0,1% menghampiri dolar Singapura.

Dari pasar global, indeks dolar AS diperdagangkan di zona hijau pada hari Rabu, setelah pasar minyak kembali pulih dari goncangan, di tengah fokus investor yang terpaku pada pertemuan Federal Reserve yang diperkirakan memangkas suku bunga acuan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,0440 poin atau 0,04% ke level 98,305 pada pukul 12.31 WIB.

Seperti diberitakan , minyak mentah dunia sempat jatuh 6% pada hari Selasa (17/9) kemarin, setelah menteri energi mengatakan bahwa telah memanfaatkan persediaan minyak untuk mengembalikan persediaan minyak ke level sebelum serangan pesawat tanpa awak selama akhir pekan kemarin, yang menutup sekitar 5% dari produksi minyak global.

Saat ini, perhatian pasar secara luas tertuju pada rapat kebijakan Federal Reserve yang akan berakhir Kamis (19/9) pagi WIB. Ekonom dan analis secara luas memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan untuk kedua kalinya tahun ini sebesar 25 basis poin menjadi 1,75% -2,00% pada tengah pekan untuk melawan risiko yang ditimbulkan oleh perang perdagangan AS-China.

“Spekulan sudah terlalu banyak dalam posisi short dolar AS,” ujar ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “Jika tidak ada kejutan dari The Fed, para spekulan harus melepaskan posisi short mereka. Reaksi terbesar adalah dalam dolar AS terhadap , karena Anda saat ini tidak dapat benar-benar membeli pound atau .”

Loading...