Rabu Sore, Rupiah Menguat Jelang Putusan The Fed

Mata uang rupiah - www.medcom.idMata uang rupiah - www.medcom.id

JAKARTA – ternyata mampu parkir di area hijau pada Rabu (27/1) sore ketika cenderung diburu di tengah penantian akan hasil rapat kebijakan Federal Reserve. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir menguat 15 poin atau 0,11% ke level Rp14.050 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB menempatkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.091 per , terdepresiasi 0,03% dari transaksi sebelumnya. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang bergerak variatif terhadap greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan dan kenaikan tertinggi menghampiri ringgit Malaysia.

Dilansir dari Antara, kasus virus corona yang terus meningkat serta kehati-hatian menjelang kesimpulan pertemuan kebijakan Federal Reserve membuat investor cenderung mengurangi minat mereka terhadap aset berisiko, yang akhirnya membuat dolar AS diuntungkan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,078 poin atau 0,09% ke level 90,248 pada pukul 14.35 WIB.

Menurut pemberitaan Reuters, dolar AS menahan penurunan terhadap mata uang berisiko setelah International Monetary Fund (IMF) menaikkan perkiraan mereka untuk pertumbuhan global pada tahun 2021. Namun, imbal hasil obligasi, yang kenaikannya telah mendukung greenback pada awal tahun ini, terpantau turun di tengah potensi penundaan rencana stimulus AS sebesar 1,9 triliun dolar AS.

“Semakin kuat prospek ekonomi dunia, maka akan semakin melemahkan dolar AS, “ kata analis mata uang di Commonwealth Bank of Australia di Sydney, Joseph Capurso. “(Jerome) Powell akan menjelaskan bahwa mereka tidak melihat adanya jalan keluar dalam waktu dekat dari sikap kebijakan mereka yang sangat mudah, dan itu akan menurunkan greenback.”

Saat ini, pasar memang menantikan pertemuan dua hari The Fed yang akan berakhir pada Kamis (28/1) pagi WIB. Setelahnya, Powell selaku Gubernur The Fed dijadwalkan berbicara tentang jaminan bahwa pembelian obligasi bulanan sebesar 120 miliar dolar AS yang diharapkan tidak akan berkurang dalam waktu dekat. Investor sendiri memperkirakan tidak ada kejutan dari hasil rapat Federal Reserve.

Loading...