Rabu Sore, Rupiah Ditutup Menguat Jelang Libur Lebaran

Rupiah - Tribunnews.comRupiah - Tribunnews.com

JAKARTA – mampu menjaga posisi di teritori hijau hingga perdagangan Rabu (20/5) sore, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, ketika sentimen risiko mulai membaik seiring pembukaan di sejumlah negara. Menurut laporan Index pada pukul 14.56 WIB, Garuda berakhir menguat 60 poin atau 0,41% ke level Rp14.710 per AS.

Sementara itu, yang diterbitkan Bank Indonesia pagi tadi menunjukkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.785 per dolar AS, menguat 38 poin atau 0,25% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.823 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang bergerak , dengan penurunan terdalam sebesar 0,16% dialami won Korea Selatan dan kenaikan tertinggi sebesar 0,11% menghampiri baht Thailand.

“Rupiah berpotensi untuk melanjutkan penguatan, didukung sentimen pelonggaran lockdown oleh beberapa negara dan kemajuan penemuan vaksin yang akan memberikan harapan bahwa ekonomi akan segera pulih,” ujar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston, dilansir Bisnis. “Namun, tampak masih akan mewaspadai perkembangan wabah dan juga potensi perang dagang antara AS dan .”

Di Asia, baht Thailand mampu rebound tajam sepanjang bulan Mei 2020, setelah ambrol dalam empat bulan pertama di awal tahun. Kenaikan mata uang Negeri Gajah Putih dipicu prediksi bahwa pariwisata setempat akan pulih dengan cepat dari kemerosotan yang disebabkan virus corona. Namun, rebound baht dapat terbatas setelah pemerintah memperingatkan ekonomi dapat terkontraksi sebanyak 6% pada tahun ini akibat pandemi.

Dari pasar global, euro bertahan kuat pada hari Rabu, didukung afterglow proposal Franco-Germany untuk dana bersama yang dapat memindahkan Eropa lebih dekat ke serikat fiskal, sedangkan yen mendekam di dekat posisi terendah lima minggu di tengah sentimen risiko yang agak positif. Mata uang tunggal beringsut naik 0,15% ke level 1,0940 terhadap dan berada di posisi 118,20 terhadap yen.

Diberitakan Reuters, Prancis dan Jerman, pada Senin (18/5) kemarin mengusulkan Dana Pemulihan sebesar 500 miliar euro untuk menawarkan hibah kepada wilayah dan sektor yang paling terpukul oleh pandemi coronavirus dan untuk memungkinkan pinjaman oleh Komisi Eropa atas nama seluruh Uni Eropa. Proposal dapat memindahkan Uni Eropa selangkah lebih dekat ke transfer union yang akan membantu mengurangi berbagai ketidakseimbangan ekonomi di blok.

Loading...