Rupiah Menguat di Tengah Penantian Pasar Terhadap Pidato Yellen

Jakarta – Mata uang Garuda dibuka 11 poin atau 0,08 persen ke level Rp 13.518 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (22/11). Kemarin, Selasa (21/11), berakhir stagnan di posisi Rp 13.529 per USD usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.524 hingga Rp 13.550 per AS.

Sementara itu indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama dilaporkan melemah 0,14 persen menjadi 93,92 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB menjelang pidato Ketua , Janet pada Selasa (21/11) waktu setempat. Dalam sesi sebelumnya akan mengundurkan diri setelah penggantinya dilantik.

Masa jabatan Yellen sebagai Ketua diketahui akan berakhir pada Februari 2018, akan tetapi masa jabatannya sebagai Gubernur Fed akan berakhir pada Januari 2024. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump awal bulan ini sudah menunjuk Gubernur Fed yang baru, Jerome Powell sebagai Ketua selanjutnya.

Pada sektor , National Association of Realtors melaporkan pada Selasa (21/11) bahwa total penjualan existing-home (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama 1 bulan) di Amerika Serikat naik 2,0 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 5,48 juta unit pada Oktober 2017 dari 5,37 unit yang direvisi turun pada September 2017.

Sedangkan Research & Analyst Valbury Asia Lukman Leong mengungkapkan bahwa dari dalam negeri masih minim sentimen yang dapat mempengaruhi gerak rupiah di spot. “Sementara masih menantikan sejumlah rilis ekonomi dari AS, seperti klaim pengangguran yang dirilis Rabu,” ujar Lukman seperti dilansir Kontan.

Walaupun USD melemah, dolar AS tetap berada di kisaran level tertinggi dalam sepekan di tengah ketidakpastian politik Jerman yang turut membebani gerak euro. Euro melemah usai Kanselir Jerman Angela Merkel gagal membentuk pemerintahan koalisi tiga arah, sehingga membuat kekhawatiran terkait ketidakpastian politik di Jerman semakin tinggi.

Lukman memperkirakan jika dalam perdagangan hari ini rupiah akan melanjutkan pelemahan dan bergerak antara kisaran Rp 13.525 hingga Rp 13.560 per dolar AS. Sementara itu, Ekonom Bank Mandiri Rully Arya Wisnubrata memprediksi rupiah diperdagangkan antara Rp 13.520 hingga Rp 13.560 per USD.

Loading...