Ekonomi AS Kuat, Rupiah Malah Rebound di Awal Pekan

Rupiah menguatRupiah menguat pada pembukaan perdagangan Senin (29/7) - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah ternyata mampu rebound pada pembukaan Senin (29/7) ini meski data terbaru menunjukkan angka yang positif. Menurut paparan Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat tipis 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.999 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 32 poin atau 0,23% di posisi Rp14.099 per AS pada akhir pekan (26/7) kemarin.

Pada Jumat waktu setempat, data awal ekonomi AS kuartal II 2019 dilaporkan tumbuhan sebesar 2,1% secara tahunan. Angka ini lebih baik dari konsensus yang memperkirakan sebesar 1,8% year-on-year. Meski demikian, angka itu masih lebih rendah dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 3,1%.

“Penurunan pertumbuhan ekonomi AS (dibandingkan tahun lalu) dapat memperkuat sikap dovish The Federal Reserve. Alhasil, potensi The Fed untuk menurunkan acuan pada akhir bulan nanti semakin besar,” papar analis Monex Investindo Futures, Faisyal, dilansir Kontan. “Dolar AS pun berada dalam tekanan menjelang FOMC pada tengah pekan ini.”

Benar saja, indeks dolar AS memang sempat ditutup menguat 0,192 poin atau 0,2% di level 98,010 setelah data ekonomi terbaru dirilis. Namun, pergerakan berbalik melemah 0,19 poin atau 0,02% ke posisi 97,991 ketika membuka transaksi. Kemudian, mata uang Paman Sam kembali drop 0,095 poin atau 0,1% ke 97,915 pada pukul 08.44 WIB.

Selain rapat kebijakan The Fed, Fasiyal menambahkan bahwa arah rupiah pada perdagangan hari ini juga akan dipengaruhi oleh penantian para pelaku pasar terhadap kelanjutan negosiasi dagang antara AS dan . Tanggal 30 Juli nanti, perwakilan AS dan dijadwalkan membahas hal tersebut di Shanghai. Ia pun memprediksi rupiah akan bergulir di kisaran Rp13.935 hingga Rp14.150 per dolar AS.

Loading...