Menguat di Awal Selasa, Mampukah Rupiah Terus Melaju?

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

JAKARTA – mampu bangkit ke zona hijau pada Selasa (11/8) pagi, memanfaatkan pelemahan tipis yang dialami . Menurut Bloomberg Index, Garuda menguat 65 poin atau 0,45% ke level Rp14.582 per AS pada pukul 09.04 WIB saat lawannya turun 0,024 poin atau 0,03% ke 93,558. Sebelumnya, spot harus ditutup 22 poin atau 0,15% di posisi Rp14.647 per dolar AS.

“Kisruh antara AS dan China masih menjadi kekhawatiran , karena takutnya akan mengganggu hubungan kedua negara dan bisa merembet ke negara lainnya yang berhubungan dengan kedua negara tersebut,” tutur Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Antara. “Selain itu, gagalnya kesepakatan persetujuan tambahan bantuan COVID-19 di AS dan penularan virus corona yang masih terus meningkat, menjadi sentimen negatif bagi rupiah.”

Ariston menambahkan, kekhawatiran terhadap peningkatan penyebaran COVID-19 dan potensi resesi Indonesia mungkin masih akan menjadi faktor penekan bagi rupiah. Ia pun memprediksi pada perdagangan hari ini, mata uang domestik akan bergulir pada kisaran Rp14.600 hingga Rp14.750 per dolar AS.

Walau mampu menguat di awal hari ini, laju rupiah memang masih belum sepenuhnya terjamin naik. Pasalnya, menurut data CNBC Indonesia, tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Ini adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula, yang tidak jarang memengaruhi pergerakan harga di pasar spot.

Selain itu, indeks dolar AS tampaknya juga mulai ‘bangkit dari kubur’ setelah terjerembab ke posisi terendah lebih dari dua tahun. Kebangkitan greenback diawali pada akhir pekan kemarin, ketika data nonfarm payrolls AS dilaporkan lebih baik dari prediksi. Salah satu daya yang bagus adalah rata-rata upah per jam yang mengalami kenaikan 0,2% sepanjang Juli 2020.

“Secara teknikal, meski rupiah yang disimbolkan USD/IDR melemah pada pekan lalu, tetapi masih berada dalam fase konsolidasi sejak dua pekan terakhir,” catat CNBC Indonesia. “Fase konsolidasi artinya suatu instrument bolak balik naik turun dalam rentang tertentu. Pada satu titik fase ini akan memicu ‘ledakan’ alias pergerakan besar.”

Loading...