Menguat 0,43% di Senin Pagi, Rupiah Masih Rentan Tergelincir

rupiah menguat pada perdagangan awal pekan (6/7) - www.beritasatu.com

JAKARTA – Setelah terdepresiasi sekitar 2% dalam sepekan terakhir, tampaknya mulai bangkit pada awal pekan (6/7) ini. Menurut data Index, mata uang Garuda terpantau menguat 63 poin atau 0,43% ke level Rp14.460 per AS pada pukul 09.13 WIB. Sebelumnya, spot ditutup melemah tajam 145 poin atau 0,99% di posisi Rp14.523 per AS pada Jumat (3/7) kemarin.

Seiring rupiah, mayoritas mata uang Asia juga terpantau positif pada perdagangan pagi ini. Peso Filipina dan dolar Taiwan kompak naik 0,21%, sedangkan yuan China menguat 0,14% dan won Korea Selatan mengalami apresiasi sebesar 0,13%. Kenaikan pun dialami dolar Singapura (0,12%), ringgit Malaysia (0,11%), serta baht Thailand (0,01%).

“Pelemahan rupiah belakangan ini masih dibayangi oleh kekhawatiran pasar terhadap penambahan kasus positif COVID-19 yang tidak kunjung reda,” tutur Direktur Utama TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Presiden Joko Widodo kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kurang populer. Kebijakan tersebut bisa saja berupa pergantian/reshuffle para pembantunya berupa -lembaga yang kurang produktif atau merombak kabinet.”

Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi aset-aset berisiko yang menguat, seperti indeks-indeks saham Asia dan indeks saham berjangka (AS). Tingkat imbal hasil pemerintah AS tenor 10 tahun juga terlihat kembali menguat, yang mengindikasikan pasar melepas aset aman ini dan masuk ke aset berisiko.

“Pasar mulai merespons positif membaiknya data-data ekonomi yang positif di tengah pandemi yang dirilis di akhir pekan lalu,” ujar Ariston seperti dikutip dari CNN . “Namun, masih mempertimbangkan peningkatan laju penularan COVID-19 global, yang berisiko menurunkan kembali aktivitas ekonomi, seperti yang dilaporkan oleh WHO.”

Senada, analisis CNBC Indonesia menguraikan bahwa tekanan rupiah masih cukup besar untuk hari ini, melihat sentimen pelaku pasar yang kurang bagus setelah World Health Organization (WHO) melaporkan rekor penambahan kasus penyakit akibat virus corona per hari pada Sabtu (4/7) lalu. Kini, jumlah kasus di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 11,5 juta, dan di Indonesia lebih dari 63 ribu kasus.

Loading...