Virus Corona Mulai Menyerang, Rupiah Melempem di Awal Pekan

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (27/1) pagi - www.jawapos.com

JAKARTA – Rupiah ternyata harus bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (27/1) pagi, salah satunya imbas makin merebaknya wabah virus corona dari . Setelah dibuka stagnan di posisi Rp13.583 per , Garuda terpantau melemah tipis 7 poin atau 0,06% ke level Rp13.590 per pada pukul 08.30 WIB, ketika greenback juga turun 0,0300 poin atau 0,03% ke 97,823.

“Pasar perlu berhati-hati karena kekhawatiran penyebaran virus corona yang meningkat dapat melemahkan rupiah karena kecenderungan untuk keluar dari aset berisiko,” ujar Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir . “Potensi pergerakan rupiah sepanjang pekan ini berada di kisaran Rp13.500 per AS hingga Rp13.670 per AS.”

Namun demikian, tingkat imbal hasil AS masih bergerak di level rendah sehingga dapat mendorong penguatan nilai tukar pasar berkembang melawan dolar AS, termasuk rupiah. Bank Sentral AS pun sudah mengindikasikan bahwa kebijakan moneter mereka akan tetap longgar. Sejak September 2019, telah menyuntikkan dana sebesar 500 miliar dolar AS ke pasar uang dalam bentuk repo untuk menstabilkan likuiditas di AS.

Sepanjang pekan lalu, otot rupiah tampak kekar, dengan menguat sebesar 0,45% terhadap dolar AS. Bahkan, sepanjang awal tahun 2020 ini, mata uang sudah melesat 2,08% sekaligus menjadi mata uang paling perkasa di Benua . Salah satu penyebab mengapa rupiah perkasa adalah aliran dana asing yang mengalir deras ke Indonesia.

Seperti diketahui, yield SUN tenor 10 tahun, yakni FR0082, kembali turun dan kini telah berada di level 6,585%. Ini juga menjadi rekor yield SUN acuan 10 tahun, paling tidak dalam setahun belakangan. Sehingga, tak mengherankan pembeliannya semakin meningkat. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara sudah mencapai Rp1.087,14 triliun hingga Rabu (22/1) lalu.

Loading...