Senin Sore, Rupiah Harus Berbalik Melemah Seiring Greenback

rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (23/12) sore - mediaindonesia.com

JAKARTA – gagal mempertahankan posisi di teritori hijau pada perdagangan Senin (23/12) sore, ketika greenback cenderung bergerak melemah meski data ekonomi terbaru Negeri Paman Sam dilaporkan cukup positif. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda melemah tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.979 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan berada di posisi Rp13.978 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,11% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.993 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang gagal mengungguli greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,12% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS terlihat turun tipis pada hari Senin, ketika data terbaru justru menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, sementara pound sterling Inggris sedikit melambung setelah mengalami penurunan mingguan terbesar dalam tiga tahun. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,086 poin atau 0,009% ke level 97,604 pada pukul 15.50 WIB.

Dilansir Reuters, sejumlah data ekonomi yang diterbitkan pada hari Jumat (20/12) waktu setempat menunjukkan ekonomi AS, yang sudah dalam ekspansi terpanjang dalam sejarah, tampaknya telah mempertahankan laju pertumbuhan yang moderat pada kuartal ketiga 2019, didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat. Produk bruto (PDB) meningkat pada tingkat tahunan 2,1%, demikian laporan yang dirilis Departemen Perdagangan AS.

Data terpisah menunjukkan pengeluaran konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga kegiatan ekonomi AS, naik 0,4% sepanjang bulan lalu, karena banyak rumah tangga yang meningkatkan pembelian kendaraan bermotor dan menghabiskan lebih banyak untuk perawatan kesehatan. “Ekonomi AS tampaknya telah berhenti melambat. Tidak ada indikasi akan menuju resesi,” kata ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ayako Sera.

Dolar AS telah didukung oleh optimisme terhadap ekonomi global sejak Washington dan Beijing mencapai kesepakatan perdagangan sementara awal bulan ini. China mengatakan bahwa mereka akan menurunkan produk, mulai dari daging babi beku hingga beberapa semikonduktor pada tahun depan. Sementara, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pada hari Sabtu (21/12) bahwa Amerika Serikat dan China akan ‘segera’ menandatangani pakta dagang fase 1 mereka.

Loading...