Rupiah Melemah Super Tipis Usai Libur May Day

Rupiah harus mengawali perdagangan selepas May Day di zona merah. Seperti diwartakan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi (2/5) dengan tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.330 per . Namun, pada pukul 08.36 WIB, spot langsung berbalik menguat 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.316 per .

“Laju euro yang belum beranjak dari zona merah usai yang mempertahankan kebijakan moneter mereka dapat dimanfaatkan oleh AS untuk kembali bergerak menguat,” ujar Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada. “Selain itu, jelang libur Golden Week di juga bakal membuat akan yen menurun.”

Karena itu, Reza menambahkan, potensi pelemahan terhadap rupiah kemungkinan besar masih akan berlanjut sehingga pasar diharapkan tetap mencermati segala sentimen yang ada. “Mata uang Garuda kemungkinan bakal bergerak di kisaran support Rp13.348 per dolar AS dan resistance Rp13.269 per dolar AS,” sambung Reza.

Sebenarnya, dari pasar global, the greenback cenderung tidak banyak bergerak karena sejumlah pasar di Asia dan Eropa ditutup untuk liburan May Day. Senin (1/5) siang kemarin, mata uang Paman Sam hanya naik tipis 0,09% ke level 99,136 pada pukul 12.15 WIB. Indeks dolar AS sendiri telah meninggalkan level 100, terhitung sejak 18 April 2017.

Sebelumnya, dolar AS sempat tergelincir 0,026 poin atau 0,03% ke posisi 99,050 pada penutupan dagang akhir pekan (28/4) kemarin usai data bruto (PDB) Paman Sam periode kuartal I 2017 kategori advance menurun menjadi 0,7% dari proyeksi ekonom senilai 1,3% dan triwulan IV 2016 sebesar 2,1%. Mata uang greenback juga melemah akibat pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengancam Korea Selatan terkait hubungan perdagangan dengan Paman Sam.

Loading...