Tren Positif Terhenti, Rupiah Melemah di Senin Pagi

Ilustrasi: pecahan mata uang rupiahIlustrasi: pecahan mata uang rupiah

JAKARTA – gagal melanjutkan tren positif ketika mengawali Senin (18/1) pagi. Menurut laporan Index pukul 09.04 WIB, Garuda melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.030 per dolar AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 39 poin atau 0,28% di posisi Rp14.020 per dolar AS pada Jumat (15/1) kemarin.

“Pergerakan rupiah sepekan terakhir cenderung melemah terbatas dibandingkan pekan sebelumnya. Sebab, di awal pekan kemarin, rupiah sempat melemah ke kisaran Rp 14.200 per dolar AS,” tutur Research and Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, dikutip dari Kontan. “Meskipun demikian, rupiah berhasil menguat pada hari Jumat imbas sentimen program vaksinasi Covid-19.”

Sementara, untuk pekan ini, menurut Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, sentimen lebih banyak datang dari luar negeri. Pasar tengah menantikan rilis data ekonomi China, termasuk data pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2020, produksi industri, dan angka penjualan ritel. Selain itu, pelantikan Presiden AS terpilih, Joe Biden, pada Rabu (20/1) mendatang juga diprediksi akan memengaruhi pergerakan pasar .

“Ini mengingat, pasar juga tengah menanti kepastian stimulus AS seperti yang pernah dijanjikan Biden dalam kampanye pemilihan presiden sebelumnya,” kata Josua. “Sementara, sentimen dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) (BI) terkait acuan di awal tahun. Diprediksi, BI masih akan mempertahankan acuannya.”

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, menambahkan bahwa mata uang Garuda kemungkinan membuka perdagangan pekan ini di zona merah lantaran dolar AS yang kuat. Namun, rupiah akan kembali rebound seiring dengan banyaknya katalis positif, termasuk optimisme stimulus The Fed dan pemerintah AS, yang kemungkinan bisa melemahkan greenback.

Ibrahim sendiri menilai bahwa rupiah sepanjang pekan ini akan bergulir di kisaran Rp13.800 hingga Rp14.200 per dolar AS. Sementara itu, Josua memprediksi mata uang Garuda kemungkinan bergerak di rentang 13.950 hingga Rp14.150 per dolar AS pada awal pekan, sedangkan Nanang mengatakan spot akan berada di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.100 per dolar AS.

Loading...