Selasa Sore, Rupiah Berbalik Turun Tipis Saat Dolar Terpuruk

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

JAKARTA – harus parkir di zona merah pada transaksi Selasa (26/11) sore, ketika pergerakan cenderung sempit di tengah kabar kemajuan negosiasi antara AS dan China. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, berakhir melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.088 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.081 per dolar AS, menguat 10 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.091 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,08% dialami yuan China dan pelemahan terdalam sebesar 0,05% menghampiri yen .

Dari , indeks dolar AS mampu mengungguli yen pada hari Selasa, di tengah optimisme kesepakatan perdagangan yang menekan aset safe haven. Mata uang Paman Sam terpantau berada di posisi 109,02 yen. Meski demikian, terhadap sekeranjang mata uang utama, greenback masih melemah 0,017 poin atau 0,02% ke level 98,306 pada pukul 15.48 WIB.

Dilansir 7News, China Global Times, sebuah tabloid yang dijalankan oleh Partai Komunis yang berkuasa, mengatakan pada Senin (25/11) kemarin bahwa kedua negara sangat dekat dengan kesepakatan perdagangan ‘fase satu’, mengabaikan laporan media yang mayoritas negatif. Sebelumnya, pemerintah China juga sempat mengundang Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, ke Beijing untuk melakukan pembicaraan langsung.

“China tampak positif terhadap kesepakatan itu. Dolar AS bisa naik lebih jauh ke sekitar 109,50 terhadap yen Jepang jika pejabat AS akan mengunjungi China,” kata ahli strategi senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Sentimen perdagangan dalam beberapa minggu ke depan masih tentang kesepakatan antara AS dan China.”

Terlepas dari meningkatnya harapan kesepakatan perdagangan AS-China, dolar Australia justru tertekan oleh serangkaian data yang mengecewakan, yang telah menyebabkan mempersempit kemungkinan pemotongan suku bunga lagi oleh Reserve Bank of Australia. Secara keseluruhan, perdagangan mata uang melambat menjelang liburan Thanksgiving AS pada hari Kamis (28/11) lusa.

Loading...