Senin Pagi, Rupiah Melemah Jelang Rilis Data Inflasi

rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (1/3) pagi - kumparan.com

JAKARTA – belum bisa keluar dari area merah pada Senin (1/3) pagi menjelang inflasi dalam negeri. Menurut catatan Index pukul 09.04 WIB, mata uang Garuda 25 poin atau 0,18% ke level Rp14.260 per AS. Sebelumnya, spot sudah terdepresiasi tajam 152,5 poin atau 1,08% di posisi Rp14.235 per AS pada transaksi Jumat (26/2) kemarin.

“Sinyal negatif dari data eksternal cukup menguatkan indeks sehingga berakibat pada melemahnya mata uang Garuda,” ujar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dikutip dari Bisnis. “ , khususnya Treasury AS, telah menjadi titik fokus secara global setelah para pedagang secara agresif mengubah dalam pengetatan moneter sebelumnya daripada yang diisyaratkan The Fed dan rekan-rekannya.”

Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir, Ibrahim melanjutkan, kenaikan imbal hasil obligasi yang disesuaikan dengan inflasi telah dipercepat, menunjukkan keyakinan yang berkembang bahwa bank sentral mungkin perlu mengurangi kebijakan ultra-longgar. Pada perdagangan hari ini, Ibrahim memprediksi rupiah masih tetap melemah dengan kisaran Rp14.230 hingga Rp14.290 per dolar AS.

Sementara itu, ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Puteri, mengatakan bahwa akan ada rilis data inflasi dalam negeri yang diperkirakan masih akan stabil. Ia sendiri memproyeksikan inflasi Indonesia akan tumbuh stabil di kisaran 0,09%. “Dengan data inflasi yang terjaga, rupiah berpotensi sedikit mendapat dorongan penguatan. Apalagi, tekanan eksternal imbas kenaikan yield US Treasury sepertinya juga akan mulai mereda,” ujarnya seperti dilansir dari Kontan.

Hampir senada, analis Monex Investindo Futures, Faisyal, juga meyakini inflasi akan menjadi katalis penggerak rupiah. Namun, ia ragu data inflasi akan memberi pengaruh yang signifikan terhadap mata uang domestik. Menurutnya, sentimen eksternal masih akan menguntungkan dolar AS, termasuk stimulus AS yang kemungkinan besar diloloskan parlemen Negeri Paman Sam.

Karena itu, Faisyal pun memperkirakan rupiah masih akan cenderung melemah dan diperdagangkan pada rentang Rp 14.200 hingga Rp 14.325 per dolar AS. Sementara itu, Reny memprediksi mata uang Garuda dapat menguat walaupun cukup terbatas dan bergerak pada kisaran Rp14.150 hingga Rp14.230 per dolar AS.

Loading...