Rupiah Melemah di Akhir Dagang Meski Dolar Labil

rupiah-melemah.2

kembali tidak dapat memanfaatkan momentum pergerakan yang tidak stabil dan cenderung . Menurut Index, mata uang Garuda harus mengakhiri hari ini (22/3) dengan pelemahan 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.329 per , sama seperti ketika sesi dagang dibuka.

Rupiah sudah melemah sejak awal dagang dengan 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.329 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.330 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.39 WIB, spot belum beranjak dari zona merah setelah 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.326 per dolar AS.

Sebenarnya, pergerakan indeks dolar AS pada hari ini cenderung tidak stabil setelah para memilih menghindari risiko untuk membeli mata uang Paman Sam. Setelah dibuka melemah 0,089 poin atau 0,09% ke level 99,274, dolar AS berbalik menguat tipis 0,04% ke 99,85 pada pukul 10.53 WIB. Kemudian, pada pukul 14.32 WIB, the greenback kembali melemah 0,09% ke level 99,73.

Seperti diberitakan Reuters, para investor saat ini cenderung khawatir bahwa Presiden AS, Donald Trump, akan perlu berusaha keras untuk merealisasikan kebijakan-kebijakan yang pro-pertumbuhan, termasuk rencana pemotongan pajak. Keraguan pun melanda pasar tentang prospek agenda Donald Trump, terutama menjelang pemungutan suara di Kongres mengenai healthcare.

“Faktor utama di balik perkembangan mata uang terbaru adalah pelemahan besar pada saham AS,” ujar Senior Strategist Barclays, Shin Kadota. “Dolar AS juga tertekan terhadap mata uang lainnya jika imbal hasil AS turun.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.335 per dolar AS, terdepresiasi 27 poin atau 0,20% dibandingkan perdagangan kemarin di posisi Rp13.308 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap greenback, dengan pelemahan terdalam dialami rupee India sebesar 0,34% dan won Korea Selatan sebesar 0,30%.