Rupiah Melemah 15 Poin di Awal Dagang

Jakarta – Pagi ini, Kamis (27/10) Garuda dibuka melemah 0,12 persen atau 15 poin ke Rp 13.019 per dolar AS. Kemarin rupiah berakhir menguat tipis 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 13.004 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang Rp 12.978 hingga Rp 13.025 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta memperkirakan jika rupiah masih berpotensi melemah dalam perdagangan . Sentimen negatif muncul saat pemerintah berupaya memperbaiki iklim Indonesia ketika pejabat S&P memberikan isyarat belum akan memberikan peringkat layak .

Namun tingkat kemudahan investasi versi World yang secara signifikan telah sedikit memberikan dorongan untuk mata uang rupiah. Sedangkan indeks dolar AS mengalami koreksi tipis setelah AS yang mengalami penurunan. Kenaikan PMI services AS telah mendorong penguatan dolar AS.

Sementara itu Ekonom Josua Pardede mengatakan jika gerak rupiah tertahan karena yang mulai melemah. “Minyak ikut mempengaruhi, lihat saja ringgit Malaysia juga turun,” ujarnya.

“Pelaku pasar akhirnya lebih banyak wait and see,” ungkap Analis Monex Investindo Futures, Faisyal. Nantinya nilai tukar rupiah akan terpengaruh oleh data produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal tiga. Perekonomian di AS diperkirakan mengalami pertumbuhan sekitar 2,5%. Jika memang benar demikian, maka rupiah akan berpotensi untuk kembali terkoreksi.

Loading...