Rupiah Lanjutkan Penguatan 9 Poin di Awal Perdagangan

Jakarta – Rupiah mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (5/7) dengan penguatan sebesar 9 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 13.355 per . Sebelumnya, Selasa (4/7) rupiah berakhir terdepresiasi 0,15 persen atau 20 poin ke level Rp 13.368 per usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.316 hingga Rp 13.383 per .

Meski pagi ini dibuka menguat, Analis PT Binaartha Sekuritas memprediksi jika Garuda berpotensi untuk kembali . Reza mengungkapkan bahwa sentimen negatif berasal dari pergerakan rupiah sebelumnya.

“Meski pelemahan kali ini tidak sebesar sehari sebelumnya, namun pergerakan rupiah masih belum dapat lepas dari zona merah dan menutup kemungkinan terjadinya pembalikan arah menguat,” kata Reza Priyambada, seperti dilansir Tempo.

Sementara itu gerak AS di spot masih cenderung menguat. Harga yang kembali anjlok berpotensi untuk membuat pergerakan rupiah tertahan. Di sisi lain, saham yang awalnya tenang mendadak bergejolak usai adanya ketegangan di semenanjung Korea. Korea Utara mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba rudal balistik antar benua yang dapat membawa ledakan nuklir besar.

Pasukan Korea Selatan dan AS menembakkan rudal ke perairan di luar Korea Selatan untuk menunjukkan kemampuan serangnya yang presisi. Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson menyerukan tindakan untuk melawan ancaman nuklir Pyongyang walau tak sepenuhnya jelas langkah-langkah apa yang dapat diambil.

Dolar AS pun terpantau turun 0,1 persen menjadi 96,124. Para saat ini tengah menanti notulen hasil pertemuan pada Juni untuk mengetahui seberapa besar tingkat kenaikan suku bunga tahun ini dan rincian neraca untuk mengembalikan neraca perdagangannya.

“Pada Mei beberapa peserta khawatir jika kondisi pasar tenaga kerja yang ketat dapat menimbulkan risiko inflasi, sementara beberapa lainnya melihat risiko penurunan inflasi,” ujar Kevin Harris, Direktur Roubini Global Economics.

Di pasar komoditas, harga minyak stabil di angka USD 50 per barel dengan tanda tentatif bahwa produksi minyak mentah AS mungkin akan melambat. Brent berada pada level 10 sen menguat di USD 69,72 setelah pekan ini dibuka dengan rally satu hari terbesar sejak Desember.

Loading...