Senin Pagi, Rupiah Lanjut Menguat 0,11% di Pembukaan

Rupiah MenguatRupiah menguat pada perdagangan awal pekan (17/2) ini - pasardana.id

JAKARTA – mampu melanjutkan tren positif ketika membuka awal pekan (17/2) ini. Menurut laporan Index, mata uang Garuda mengawali transaksi dengan menguat 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.678 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik tipis 1 poin atau 0,01% di posisi Rp13.693 per AS pada akhir pekan (14/2) kemarin.

Menurut analisis CNBC Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap tampaknya akan menguat pada perdagangan spot hari ini, meski penguatannya mungkin tipis saja. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di Non-Deliverable Market (NDF). NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di spot. Karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh spot.

“Meski secara year-to-date rupiah masih menguat 1,51%, tetapi sejak awal Februari, mata uang Ibu Pertiwi terkoreksi 0,15% di hadapan ,” tulis CNBC Indonesia. “Rupiah yang dalam tren melemah dalam sebulan terakhir membuatnya kembali menarik di mata investor karena sudah relatif murah. Aksi borong bisa menjadi pendorong rupiah untuk kembali ke jalur hijau.”

Mata uang Benua Kuning juga berhasil naik setelah laju penguatan greenback sedikit melambat. Pada pukul 08.16 WIB, mata uang Negeri Paman Sam cuma menguat 0,0120 poin atau 0,01% ke level 99,136. Berkebalikan dengan rupiah, dolar AS yang sudah menguat tajam membuat pelaku pasar tergoda untuk mencairkan keuntungan. Tekanan jual akan melanda mata uang ini sehingga nilai tukarnya bergerak ke bawah.

Meski begitu, Head of Economic Research Pefindo, Fikri C Permana, seperti dilansir Kontan, melihat potensi pelemahan rupiah pada Senin ini masih akan mungkin terjadi. Dari sisi eksternal, ia menyebut persebaran masih akan menjadi sentimen pemberat. Ditambah dengan kemungkinan downside risk yang menimpa beberapa berkembang. “Rupiah akan bergerak pada rentang Rp13.640 hingga Rp13.740 per dolar AS dengan kecenderungan melemah,” ujar Fikri.

Loading...