Rupiah Hijau di Akhir Pekan Jelang Rilis Data Inflasi AS

rupiah21

Pergerakan indeks AS yang kembali merosot jelang rilis Paman Sam berhasil dimanfaatkan untuk berbalik pada tutup dagang akhir pekan (13/10) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mengakhiri dengan penguatan tipis sebesar 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.498 per dolar AS.

Sebelumnya, pada Kamis (12/10) kemarin, rupiah berhasil ditutup menguat 26 poin atau 0,19% di posisi Rp13.504 per dolar AS. Namun, tren positif mata uang Garuda gagal dipertahankan usai melemah 7 poin atau 0,05% di level Rp13.511 pada awal transaksi. Meski demikian, spot berhasil bangkit ke zona hijau seiring pelemahan yang dialami greenback.

Dari , indeks dolar AS memang kembali terperosok ke zona merah di tengah penantian investor atas rilis data terbaru inflasi Paman Sam. Mata uang greenback terpantau turun 0,081 poin atau 0,09% ke level 92,976 pada pukul 10.20 WIB, setelah sebelumnya sempat mengalami rebound 0,05% di posisi 93,057 pada penutupan dagang kemarin.

Reuters memberitakan bahwa dolar AS berbalik arah ke zona negatif ketika investor bersikap wait and see jelang rilis data inflasi Paman Sam guna mencermati kecenderungan Federal Reserve untuk tetap teguh pada rencana kenaikan suku bunga lanjutan. Sebelumnya, dalam risalah The Fed yang dirilis Rabu (11/10) waktu setempat, banyak pembuat kebijakan yang mengkhawatirkan tingkat inflasi yang rendah di tahun ini.

Departemen Tenaga Kerja AS sendiri telah melaporkan bahwa indeks harga produsen (producer price index/PPI) untuk permintaan akhir naik 0,4% di bulan September. Sepanjang tahun berjalan, PPI melonjak 2,6%, sekaligus kenaikan terbesar sejak Februari 2012. “PPI menunjukkan beberapa tanda inflasi, setidaknya di tingkat produsen, dan kita selanjutnya akan melihat data indeks harga konsumen,” ujar chief investment officer di US Bank Wealth Management, Bill Northey.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.508 per dolar AS, terdepresiasi 13 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.521 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan penguatan tertinggi sebesar 0,4% dialami won Korea Selatan, disusul rupee India yang naik 0,33%.

Loading...