Rupiah Ditutup Negatif Tertekan Sikap Hawkish The Fed

smeaker.com

AS yang bergerak lebih tinggi, imbas sikap hawkish yang diperlihatkan oleh , menutup peluang untuk melaju di zona hijau. Menurut Index pukul 15.59 WIB, NKRI harus mengakhiri perdagangan Kamis (1/2) ini dengan pelemahan sebesar 38 poin atau 0,28% ke level Rp13.424 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sebenarnya berakhir menguat 48 poin atau 0,36% di posisi Rp13.386 per dolar AS pada tutup dagang Rabu (31/1) kemarin. Namun, mata uang Garuda berbalik melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.389 per dolar AS ketika membuka pasar pagi tadi. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis bergerak stagnan di zona merah, mulai awal hingga akhir dagang.

Dari pasar global, indeks dolar AS kembali bergerak lebih tinggi setelah Federal Reserve mengisyaratkan kepercayaannya terhadap laju inflasi dan ekonomi Paman Sam, sekaligus memperkuat pandangan bahwa mereka akan menaikkan beberapa kali lagi tahun ini. Mata uang terpantau naik 0,032 poin atau 0,04% ke level 89,165 pada pukul 08.31 WIB.

Seperti dikabarkan Reuters, dalam pertemuan yang berakhir Rabu atau Kamis pagi WIB, memang masih mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka. Meski demikian, bank sentral AS tersebut mengatakan bahwa inflasi kemungkinan akan meningkat tahun ini, mendorong ekspektasi kenaikan di bawah gubernur yang baru, yaitu Jerome Powell.

“Pesan The Fed sedikit hawkish, namun reaksi dolar AS terbatas karena sikap seperti itu tidak terlalu mengejutkan,” kata ahli strategi senior di Barclays di Tokyo, Shin Kadota. “Kami melihat penjualan lebih berat mulai mengusik greenback, namun data ekonomi Paman Sam yang diprediksi membaik akan membuat rebound mata uang tersebut berlanjut.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah hari ini di posisi Rp13.402 per dolar AS, menguat 11 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.413 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,4% dialami peso Filipina.

Loading...