Dolar Oleng, Rupiah Berakhir Menguat 28 Poin

Rupiah menguatRupiah menguat pada transaksi Senin (9/12) sore - www.liputan6.com

JAKARTA – tetap bercokol di area hijau pada Senin (9/12) sore, ketika penguatan sedikit tertahan akibat kecemasan investor mengenai tensi perdagangan antara AS dan China yang tak kunjung kelar. Menurut catatan Index pada pukul 14.44 WIB, Garuda 28 poin atau 0,21% ke level Rp14.010 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.021 per dolar AS, menguat 16 poin atau 0,11% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.037 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia mampu mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,24% menghampiri rupiah.

Dari pasar global, penguatan indeks dolar AS yang sebelumnya didorong laporan pasar tenaga kerja AS yang solid harus tertahan oleh kekhawatiran eskalasi dalam perang dagang AS-China. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,051 poin atau 0,05% ke level 97,649 pada pukul 15.49 WIB, setelah sebelumnya berakhir naik 0,29 poin atau 0,3%.

Dilansir dari Reuters, laporan nonfarm payrolls AS yang baru saja dirilis meningkat 266.000 sepanjang bulan lalu, kenaikan terbesar dalam 10 bulan, sementara tingkat pengangguran kembali turun ke 3,5%, level terendah dalam hampir setengah abad. Angka-angka itu menunjukkan bahwa perang perdagangan 17 bulan pemerintahan Donald Trump dengan China, yang telah menjerumuskan manufaktur ke dalam resesi, belum meluas ke AS yang lebih luas.

Namun, para investor masih cemas bahwa itu dapat berubah jika ketegangan perdagangan meningkat lebih lanjut, terutama apabila Trump melanjutkan dengan tarif yang direncanakan pada produk-produk senilai 156 miliar dolar AS dari Tiongkok mulai 15 Desember. Pasar sebagian besar berasumsi bahwa tarif itu, yang mencakup beberapa produk konsumen seperti ponsel dan mainan, akan turun atau setidaknya ditunda, mengingat bahwa Washington dan Beijing sepakat untuk bekerja pada kesepakatan perdagangan.

Penasihat ekonomi White House, Larry Kudlow, mengonfirmasi pada hari Jumat (6/12) bahwa batas waktu 15 Desember untuk memberlakukan tarif baru tetap berlaku, tetapi menambahkan bahwa Presiden Donald Trump terkesan pada pembicaraan perdagangan dengan China. Ekspor China yang menyusut pada bulan November, menggarisbawahi tekanan terus-menerus pada dari perang perdagangan dengan AS. “Pasar merasakan bahwa kedua belah pihak ingin menghindari kegagalan negosiasi, menilai dari berbagai berita utama,” ujar kepala valas di State Street, Kazushige Kaida.

Loading...