Rupiah Ditutup Menguat 26 Poin Berkat Faktor Global & Domestik

Jakarta – Setelah tergencet dolar AS di akhir perdagangan kemarin, rupiah dibuka menguat 21 poin atau 0,16 persen ke angka Rp 13.122 per dolar AS. Penguatan rupiah terhadap dolar AS pun terus berlangsung hingga penutupan sore ini. Berdasar data dari Bloomberg Index, , Jumat (5/8) mata uang Garuda ditutup menguat sebesar 26 poin atau 0,20 persen ke level Rp 13.117 per dolar AS.

Penguatan mata uang rupiah didukung oleh data pertumbuhan ekonomi kuartal II yang positif. Berdasar laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kuartal II 2016 naik sebesar 5,18 persen year on year (YoY). Pertumbuhan ekonomi kumulatif semester-I 2016 adalah 5,04 persen.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, secara nilai Produk Domestik Bruto () kuartal II 2016 berdasarkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp 2.353,2 triliun dan berdasar ADHB mencapai Rp 3.086,6 triliun.

Para ekonom berpendapat bahwa kondisi di momen Lebaran beberapa waktu telah mendorong daya beli menjadi lebih tinggi.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta, menguatnya rupiah hari ini didukung oleh faktor dan juga domestik. “Hari ini, isu seperti stimulus oleh BoE yang memangkas suku bunga serta penguatan harga mentah bisa menjaga sentimen rupiah,” ujar Rangga Cipta.

Rangga menambahkan, mayoritas di hari ini mengalami penguatan terhadap dolar AS. Hal inilah yang menandakan faktor global telah mendorong beberapa di Asia menguat.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengungkapkan jika dolar AS kini sedang tertindas usai AS (The Fed) mengumumkan tak akan menaikkan suku bunga di Amerika Serikat dan rendahnya data ekonomi AS di kuartal II.

Produk domestik bruto (PDB) AS meningkat di tingkat tahunan sebesar 1,2 persen pada kuartal II 2016, jauh dari konsensus pasar 2,6 persen.

Loading...