Rupiah Ditutup Melemah 11 Poin Jelang Konferensi Pers Donald Trump

rupiah-menguat.10

kembali bertenaga menjelang konferensi pers oleh AS terpilih, , yang diharapkan akan menjabarkan detail rencana kebijakannya. Alhasil, menurut Index pukul 15.59 WIB, pun harus menutup sesi dagang hari ini (11/1) dengan pelemahan tipis sebesar 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.319 per dolar AS.

Rupiah sudah sejak awal dagang dengan 20 poin atau 0,15% ke posisi Rp13.328 per dolar AS. Setelah jeda siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 19 poin atau 0,14% ke Rp13.327 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.47 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.321 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka tipis 0,010 poin atau 0,01% ke 102,020. Pergerakannya kembali menguat 0,080 poin atau 0,08% ke 102,90 pada pukul 13.06 WIB. Penguatan indeks dolar AS berlangsung menjelang konferensi pers Donald Trump untuk pertama kalinya sejak Pilpres AS.

Dalam dua bulan terakhir, ekspektasi bahwa pemerintahan Trump akan menetapkan langkah stimulus ekonomi, didukung belanja fiskal yang masif, telah membawa Wall Street, imbal hasil AS, dan indeks dolar AS ke level tertingginya. “Dolar bersiap untuk melanjutkan reli sebelumnya apabila Trump memberikan detail langkah stimulus,” kata Senior FX Strategist di IG Securities, Junichi Ishikawa.

“Sebaliknya, juga memikirkan potensi risiko jika Trump mengambil sikap keras terhadap China,” sambung Ishikawa. “Hal itu dapat mendorong pelemahan dolar AS terhadap yen Jepang.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di level Rp13.327 per dolar AS, terdepresiasi 7 poin atau 0,05% dibandingkan kemarin di posisi Rp13.320 per dolar AS. Di saat yang sama, mata uang Asia bergerak variatif terhadap the greenback. Pelemahan terdalam dialami yen Jepang sebesar 0,21% dan peso Filipina 0,09%, sedangkan penguatan paling tajam dilakukan dolar Taiwan sebesar 0,12% dan dolar Singapura sebesar 0,06%.

Loading...