Rupiah Diprediksi Makin Stabil, Aberdeen Batalkan Perjanjian Lindung Nilai

Jakarta – Mata uang Garuda diperkirakan tak akan jauh dari kisaran level Rp 13.850-an dalam sepekan ke depan. Indeks mencatat, hingga Siang (29/1) masih bertahan di level Rp 13.838 per Dolar AS.

Sedangkan referensi (JISDOR) Bank pada hari yang sama mematok Rupiah pada level Rp 13.846/USD, yakni lebih tinggi dari posisi di hari sebelumnya (28/1) yang menempatkan Rupiah pada level Rp 13.889/USD.

Penguatan Rupiah ini disinyalir merupakan bukti keberhasilan Bank Indonesia dalam upayanya menjaga stabilitas Indonesia sesuai dengan target yang telah ditentukan. Tekanan dari berbagai pihak untuk segera menurunkan direspon dengan baik oleh Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Ia menolak untuk menurunkan terlebih dahulu dan memilih untuk menunggu realisasi angka dan kenaikan suku bunga acuan yang dirilis oleh The Fed.

Terjaganya angka inflasi ini kemudian mendorong arus modal untuk kembali masuk ke Indonesia, begitu ujar Edwin Gutierrez, Analis Aberdeen Asset Management Plc, London, Inggris.

“Setelah BI menurunkan suku bunga acuan di bulan ini, arus modal yang masuk tersebut tetap terjaga,” ujar Edwin, sebagaimana ditulis oleh Bloomberg.

Aberdeen sendiri yang memiliki portofolio di Indonesia dikabarkan baru saja membatalkan perjanjian lindung nilai karena meyakini Rupiah akan lebih stabil ke depannya.

Loading...