Hijau di Selasa Pagi, Rupiah Diprediksi Lanjutkan Penguatan

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

 

Hijau di Selasa Pagi, Diprediksi Lanjutkan Penguatan

JAKARTA – Rupiah masih mampu bertengger di area hijau pada Selasa (7/4) pagi. Menurut laporan Index, mata uang Garuda terpantau menguat 23 poin atau 0,14% ke level Rp16.390 per dolar AS pada pukul 09.22 WIB. Sebelumnya, spot sudah berakhir naik 17 poin atau 0,11% di posisi Rp16.413 per dolar AS pada Senin (6/4) kemarin.

“Rupiah memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini karena mulai kembalinya global melirik aset-aset berkembang,” papar Head of Economics Research Pefinfo, Fikri C. Permana, dilansir Kontan. “Selain itu, penguatan rupiah juga akan didorong oleh mulai diperbolehkannya Bank Indonesia masuk ke lelang primer SUN. Hal ini akan semakin memperkuat kepercayaan investor terhadap rupiah.”

Sementara itu, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, menyebut data AS yang dirilis akhir pekan lalu memberikan positif pada pergerakan rupiah di awal minggu ini. Sebagai , data nonfarm payrolls AS sepanjang Maret 2020 dilaporkan turun 701.000 dari bulan sebelumnya yang masih bertambah 275.000. Tingkat pengangguran juga dilaporkan naik dari 3,5% menjadi 4,4%.

Analisis CNBC Indonesia juga memprediksi bahwa mata uang domestik berpotensi mengalami kenaikan pada hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Mengutip data Refinitiv, kurs rupiah hari ini pada pukul 07.00 WIB berada di posisi Rp16.467,25 per dolar AS, naik dari penutupan transaksi kemarin di level Rp16.581,8 per dolar AS.

NDF sendiri adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot. Karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Bank Indonesia pun kemudian membentuk pasar DNDF.

Di sisi lain, Bank Indonesia menilai faktor yang membuat rupiah masih harus mengakui keunggulan dolar AS adalah karena arus modal asing keluar selama masa tanggap darurat virus corona di Indonesia. Menurut data bank sentral, sejak virus corona mampir dan menginfeksi banyak orang, aliran modal asing yang keluar tembus Rp171,6 triliun selama periode 20 Januari hingga 1 April 2020.

Loading...