Selasa Pagi, Rupiah Dibuka Naik Tipis Jelang Laporan Inflasi

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

rebound pada Selasa (1/12) pagi menjelang pengumuman data bulan November 2020. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 09.02 WIB, mata uang mengawali dengan menguat tipis 2,5 poin atau 0,02% ke level Rp14.117,5 per . Sebelumnya, spot ditutup terdepresiasi 30 poin atau 0,21% di posisi Rp14.120 per pada Senin (30/11) sore kemarin.

Dilansir dari Bisnis, kinerja rupiah yang buruk pada transaksi sebelumnya, salah satunya disebabkan kasus Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat. Indonesia, Joko Widodo, dalam rapat terbatas menyampaikan bahwa kasus aktif nasional sepanjang pekan ini menyentuh angka 13,41%, lebih tinggi dari minggu sebelumnya. Daerah yang paling disorot adalah Jawa Tengah dan DKI Jakarta karena mencatatkan peningkatan drastis dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, menurut analisis Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, pelemahan rupiah disebabkan adanya aksi jual yang didorong profit taking dan keluarnya aliran dana asing. Kendati demikian, secara teknis, ia menilai mata uang Garuda memasuki fase konsolidasi. “Selama belum ada sentimen baru yang signifikan, rupiah akan cenderung bergerak datar,” ujarnya dikutip dari Kontan.

Ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Putri, menambahkan bahwa sentimen utama yang masih akan memengaruhi pergerakan rupiah adalah perkembangan Covid-19, baik secara maupun di dalam negeri. Selain itu, investor juga menantikan laporan data inflasi yang akan diumumkan hari ini. Ia pun memprediksi rupiah akan cenderung melemah terbatas pada perdagangan Selasa. 

Badan Pusat Statistik (BPS) memang dijadwalkan mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK) dalam negeri bulan November 2020. Sejumlah analis memperkirakan akan terjadi inflasi pada bulan kemarin, didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, seperti daging ayam, daging sapi, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan minyak goreng.

“Pada bulan November, akan terjadi inflasi sebesar 0,18% secara bulanan atau 1,50% secara tahunan dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi 0,07% secara bulanan atau 1,44% secara tahunan,” tutur Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dikutip dari Okezone. “Laju bulanan inflasi inti pada November diperkirakan menurun sejalan dengan tren penurunan harga emas.”

Loading...