Jumat Pagi, Rupiah Terus Menghijau Dibuka Naik 0,52%

Rupiah - publiksatu.comRupiah - publiksatu.com

JAKARTA – terus melaju di area hijau pada perdagangan Jumat (18/9) pagi, memanfaatkan pelemahan yang dialami greenback. Menurut data Index pada pukul 09.04 WIB, mata uang Garuda dibuka menguat tajam 77,5 poin atau 0,52% ke level Rp14.755 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 10,5 poin atau 0,07% di posisi Rp14.832,5 per AS pada Kamis (17/9) kemarin.

“Dalam perdagangan akhir pekan ini, mata uang rupiah kemungkinan masih akan berfluktuasi dan ditutup menguat tipis antara 5-20 poin di level Rp14.800 hingga 14.870 per dolar AS,” terang Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir dari Kumparan. “Ada sejumlah pendukung, antara lain keputusan yang mempertahankan mendekati nol, yang membuat optimistis.”

Sementara itu, dari dalam negeri, Ibrahim melanjutkan bahwa keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan di level 4% dinilai mampu menjaga stabilitas rupiah, di tengah tekanan yang berpotensi masih terjadi di keuangan. “Namun, ketidakpastian ekonomi akibat meningkatnya kasus COVID-19 juga masih menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia,” tambah Ibrahim.

Hampir senada, Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa suku bunga BI-7 Days Reverse Repo Rare yang dipertahankan pada level 4% mendukung penguatan rupiah. Tingkat suku bunga Indonesia cukup tinggi di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tertekan, yang membuat rupiah menguat. Namun, Lukman mengamati pelaku pasar saat ini masih menafsirkan dampak pernyataan The Fed yang tetap dovish.

Sementara itu, analisis CNBC Indonesia memprediksi mata uang Garuda bakal menutup perdagangan akhir pekan ini di zona hijau. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan tertentu pula. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot, dan karenanya di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...