Rupiah Dibuka Melesat Jelang Rilis Neraca Dagang Domestik

rupiah menguat

melesat pada pembukaan transaksi awal pekan (15/1) ini jelang rilis neraca dalam negeri seiring dengan laju pelemahan yang dialami greenback. Seperti dipaparkan Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 34 poin atau 0,25% ke level Rp13.319 per . Sebelumnya, spot ditutup naik 47 poin atau 0,35% di posisi Rp13.353 per dolar pada akhir pekan (12/1) kemarin.

“Sepanjang pekan lalu, nilai tukar dolar AS memang cenderung merosot dibandingkan mata uang dunia lainnya, yang disebabkan data Paman Sam yang mengecewakan,” ujar Ekonom Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto. “Penjualan eceran AS di bulan Desember 2017 hanya tumbuh 0,4%, lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 0,9%, sedangkan inflasi AS secara keseluruhan melemah dari 0,4% menjadi 0,1%.”

Departemen Perdagangan AS pada akhir pekan kemarin memang mengumumkan bahwa penjualan eceran di bulan lalu hanya naik 0,4%. Padahal, penjualan eceran di bulan November 2017 berhasil tumbuh 0,9%. Sementara, inflasi bulan Desember 2017 hasilnya juga lebih rendah dari bulan sebelumnya, dari 0,1% melemah ke 0,4%.

Saat ini, menantikan rilis data neraca perdagangan dalam negeri bulan Desember 2017 yang diramal bisa menembus angka 579 juta dolar AS. Sementara, secara keseluruhan, sepanjang tahun 2017, neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan bisa surplus 12,6 miliar dolar AS. “Kenaikan surplus dalam jangka waktu sebulan ini karena ditopang peningkatan kinerja ekspor pada bulan Desember,” kata Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.

“Kinerja ekspor yang cenderung meningkat ini didorong kenaikan harga ekspor, seperti batubara (1,8% secara month to month) dan karet alam (2,5% secara month to month), meskipun harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) cenderung turun 7,4% month to month,” sambung Josua. “Laju ekspor diperkirakan masih solid mengingat volume ekspor akan cenderung meningkat didorong peningkatan aktivitas manufaktur mitra dagang utama Indonesia, antara di AS, Eropa, China, dan India.”

Loading...