Rupiah Dibuka Melemah Usai Data Ekonomi AS Relatif Baik

rupiah melemah 17

yang menguat, didorong data Paman Sam yang relatif baik, membuat tidak berdaya di sesi pagi ini. Seperti diwartakan Index, Garuda membuka awal pekan (10/4) ini dengan 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.330 per dolar AS. Namun, pada pukul 08.40 WIB, spot mampu rebound 2 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.319 per dolar AS.

Seperti diketahui, Departemen AS pada Jumat (7/4) waktu setempat mengumumkan bahwa data penggajian non-pertanian (non-farm payrolls) di Paman Sam menunjukkan total lapangan kerja memang hanya sebesar 98.000 pada Maret, jauh di bawah prediksi yang sebesar 180.000. Namun, tingkat pengangguran di AS turun menjadi 4,5% pada bulan yang sama.

Pada Maret, rata-rata pendapatan per jam untuk semua karyawan pada non-farm payrolls swasta meningkat lima sen menjadi 26,14 dolar AS, menyusul kenaikan tujuh sen pada Februari. Beberapa analis mengatakan kemunduran dalam perekrutan kerja memang bisa memberikan alasan bagi The Fed untuk berhati-hati pada kenaikan suku bunga berikutnya. Namun, para analis juga mengatakan bahwa penurunan tingkat pengangguran mungkin menunjukkan lebih banyak kenaikan suku bunga.

“Buruknya data serapan tenaga kerja non-pertanian AS gagal membendung penguatan , karena terbantu oleh harapan bahwa buruknya data ini hanya bersifat sementara,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Selain itu, penguatan dolar AS juga ditopang oleh serangan rudal Paman Sam ke pangkalan udara Suriah yang mendorong penguatan aset safe haven.”

Menurut Rangga, perang antara AS dengan Suriah memang sempat menekan bursa di kawasan. Tetapi, hal ini diprediksi hanya temporer. Selain itu, pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping yang relatif baik juga menjaga sentimen penguatan dolar AS. “Dari dalam negeri, fokus pasar saat ini beralih ke kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua,” imbuh Rangga.

Loading...