Rupiah Dibuka Melemah Selepas Libur Panjang

Selepas libur panjang, masih berada di zona merah ketika membuka awal pekan (4/12) ini. Menurut penuturan Index, Garuda mengawali transaksi hari ini dengan melemah 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.535 per . Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (30/11) kemarin, spot harus ditutup terdepresiasi 26 poin atau 0,19% di posisi Rp13.526 per AS.

“Pada perdagangan awal pekan ini, rupiah diprediksi masih akan bergerak melemah karena proyeksi pada pertumbuhan ekonomi Paman Sam akan membaik,” papar Ekonom Bank Permata, Josua Pardede. “Kebijakan moneter di negara tersebut, yang ingin menaikkan tingkat acuan mereka, masih akan line in dengan kondisi AS.”

Meski demikian, Josua mengatakan bahwa pelemahan yang dialami rupiah diproyeksikan masih terjadi dalam rentang yang terbatas. Pasalnya, sentimen dalam negeri berpotensi dapat menahan pelemahan rupiah karena ekspektasi masyarakat akan Indonesia di bulan November 2017 masih dalam kisaran target , yaitu 3,5% plus minus 1%.

Senada, Ekonom Umar Juoro juga menuturkan bahwa kenaikan suku bunga The Fed kemungkinan akan memperlemah laju mata uang domestik, yang membuat pembayaran utang luar negeri pemerintah maupun swasta juga menjadi lebih besar. Menurutnya, jika suku bunga The Fed jadi naik, maka kemungkinan besar Bank Indonesia juga akan mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga kebijakan 7 day reverse repo mereka.

“Kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga mereka secara bertahap dalam tingkatan yang tidak terlalu tinggi, yaitu 25 basis poin,” kata Umar. “Jika Bank Sentral AS tersebut benar-benar melakukan kebijakan ini, maka dana akan mengalir kembali ke Paman Sam, yang nantinya juga berpengaruh besar terhadap dan keuangan global.”

Saat ini, pasar memang tengah menantikan laporan inflasi domestik di bulan November 2017 yang diprediksi tetap rendah, atau paling tidak sama dengan bulan sebelumnya. Sementara, dari pasar global, sentimen yang akan memengaruhi pergerakan rupiah, selain proyeksi suku bunga The Fed, adalah data nonfarm payroll milik AS.

Loading...